Warga Kecewa, Forum RT/RW Jadi Penonton dalam Peresmian Sekolah Rakyat di Sambongpari

Rabu, 8 Oktober 2025 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Tasikmalaya yang digelar di Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, menuai kekecewaan dari sebagian warga setempat.

Pasalnya, acara hanya dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, SE dan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA.

Sementara, forum RT dan RW di lingkungan kelurahan tersebut merasa hanya dijadikan penonton tanpa dilibatkan secara berarti.

Acara yang seharusnya menjadi kebanggaan warga Sambongpari itu berlangsung meriah dan penuh apresiasi dari berbagai kalangan.

Namun di balik kemeriahan tersebut, terselip rasa kecewa dari para tokoh masyarakat lokal yang merasa kurang dihargai dalam pelaksanaan kegiatan.

Mereka menilai, pemerintah kelurahan hingga panitia penyelenggara kurang memperhatikan unsur partisipasi masyarakat setempat, terutama forum RT dan RW yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan publik di tingkat lingkungan.

Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Kelurahan Sambongpari, Iwan, menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik program Sekolah Rakyat yang dinilai sebagai langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kecil.

“Namun, saya menyesalkan kurangnya koordinasi dan komunikasi dengan pemerintahan lokal yang seharusnya menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan di wilayahnya ,” ujar Iwan kepada awak media Rabu (08/10/2025).

Menurutnya, ini program yang sangat bagus, sangat membantu masyarakat. Tapi kenapa tidak peka terhadap pemerintahan di tingkat bawah seperti RT dan RW?

“Kami di sini bukan sekadar warga, tapi juga bagian dari sistem pemerintahan yang seharusnya dilibatkan,” ungkap Iwan dengan nada kecewa.

Dia menegaskan,  keberadaan RT dan RW bukan hanya simbol administratif, melainkan ujung tombak dalam menjembatani aspirasi warga dengan pemerintah.

Iwan berharap kedepan setiap kegiatan berskala besar di wilayah kelurahan dapat melibatkan seluruh unsur masyarakat, terutama struktur pemerintahan di tingkat paling bawah, agar tercipta sinergi yang lebih baik.

Beberapa warga lainnya pun mengungkapkan hal serupa. Mereka mengaku senang wilayahnya menjadi lokasi peresmian program besar seperti Sekolah Rakyat, namun menyayangkan minimnya ruang bagi masyarakat lokal untuk berpartisipasi langsung.

“Kami cuma jadi penonton. Padahal acara di kampung sendiri, mestinya ada ruang untuk warga, minimal untuk ikut menyambut atau berinteraksi dengan tamu penting,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Program Sekolah Rakyat Terintegrasi sendiri digagas sebagai upaya meningkatkan pemerataan pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap dapat menekan angka putus sekolah dan memberikan ruang belajar alternatif di luar sistem formal.

Meski acara berjalan lancar, sorotan dari masyarakat Sambongpari menjadi catatan penting bagi pemerintah kota agar lebih memperhatikan aspek partisipatif dalam pelaksanaan program sosial di tingkat kelurahan.

Sebab, sebagus apa pun program yang diluncurkan, tanpa melibatkan masyarakat setempat, tujuan pembangunan partisipatif sulit tercapai.

Dengan demikian, peresmian Sekolah Rakyat di Sambongpari menjadi pelajaran berharga bahwa pembangunan sejatinya bukan hanya tentang infrastruktur dan program.

Ya, tetapi juga tentang rasa memiliki dan keterlibatan masyarakat yang menjadi fondasi utama keberhasilan setiap inisiatif pemerintah.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’
Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam
Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg
BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan
Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi
Gelar Aksi TasikUsik, KH Aminudin Bustomi Suarakan 5 Tuntutan Terkait Insiden Ponpes Sukoharjo
Aksi Bela Ponpes Hamalatul Qur’an Putri, Jangan Biarkan Marwah Pesantren Diinjak Atas Nama Penegakan Hukum 
Luruskan Isu Akses Jalan, Ini Klarifikasi Komite SMAN 11 Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:43 WIB

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’

Jumat, 6 November 2026 - 17:48 WIB

Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg

Jumat, 6 November 2026 - 16:26 WIB

BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan

Jumat, 6 November 2026 - 16:20 WIB

Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi

Berita Terbaru