TASIKMALAYA, MNP – Permasalahan dugaan hilangnya mesin milik Dinas Sosial Kota Tasikmalaya hingga kini masih menjadi sorotan publik.
Pasalnya, pembentukan Tim Penyelesaian Kerugian Daerah (TPKD) yang diharapkan mampu mengusut persoalan tersebut dinilai berjalan lamban dan belum menunjukkan perkembangan yang jelas.
Sejumlah kalangan masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani kasus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang rinci kepada publik terkait proses pembentukan tim maupun langkah konkret yang telah dilakukan untuk menelusuri keberadaan aset daerah yang hilang itu.
Publik menilai keterlambatan pembentukan TPKD justru menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Banyak pihak mempertanyakan ada apa di balik lambannya penanganan kasus tersebut, terlebih aset yang hilang merupakan barang milik pemerintah yang berasal dari anggaran negara.
“Kalau memang serius ingin menyelesaikan persoalan, seharusnya TPKD segera dibentuk dan bekerja secara terbuka. Jangan sampai masyarakat menilai ada yang ditutupi,” ujar Candra alias Bongki selaku pemerhati pemerintah, Senin (25/05).
Kasus dugaan hilangnya mesin di lingkungan Dinas Sosial Kota Tasikmalaya itu sebelumnya sempat ramai diperbincangkan setelah informasi mengenai aset yang tidak diketahui keberadaannya mencuat ke publik.
Namun hingga kini, belum ada kejelasan terkait nilai kerugian maupun pihak yang harus bertanggung jawab.
Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam. Transparansi dianggap menjadi hal penting agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset daerah tetap terjaga.
Selain itu, proses penanganan yang cepat juga dinilai penting untuk menghindari munculnya asumsi negatif di tengah masyarakat.
Beberapa aktivis dan pemerhati kebijakan publik di Tasikmalaya bahkan meminta agar Inspektorat maupun aparat penegak hukum turut mengawasi proses penyelesaian kasus tersebut.
Mereka menilai hilangnya aset pemerintah bukan persoalan sepele karena berkaitan langsung dengan penggunaan uang rakyat.
“Jangan sampai persoalan ini mengendap tanpa kepastian. Pemerintah harus memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganannya,” pungkas Candra.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum terlihat adanya aktivitas resmi dari TPKD yang dapat diketahui publik.
Belum ada pula keterangan detail mengenai siapa saja yang akan masuk dalam tim maupun kapan proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh.
Masyarakat berharap Wali Kota Tasikmalaya dapat turun tangan untuk memastikan persoalan tersebut segera ditangani secara serius.
Selain demi menjaga kepercayaan publik, langkah cepat juga dianggap penting untuk memastikan seluruh aset daerah dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
Publik menunggu langkah nyata pemerintah daerah dalam mengusut dugaan hilangnya mesin milik Dinas Sosial Kota Tasikmalaya tersebut.
Jika penanganan terus berlarut-larut tanpa kejelasan, dikhawatirkan akan semakin memunculkan pertanyaan dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengawasan aset pemerintah daerah.
![]()
Penulis : Soni/Arrie
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan