Waduh, Ada Angkutan Batubara yang Melintas di Pemukiman Dini Hari

Minggu, 12 Maret 2023 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, MNP – Warga Desa Pulau Padang Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur mempertanyakan izin angkutan batubara yang melintasi perkampungan di Desa Bentot, Ramania, Tewah Pupuh, Bamban dan keluar di Desa Kandris lalu masuk ke wilayah Kalsel.

“Kepada pihak terkait kami merasa terganggu atas armada truk PS mengangkut Batubara melewati jalan BENTOR-PASAR PANAS setiap tengah malam ..!!,” tulis akun Udie Vina Vino di grup Facebook BARITO TIMUR MEMBANGUN, Minggu (12/03/2023).

Jumlah armadanya kurang lebih 30 kendaraan, yang inginkan kami tanyakan hanya legalitas angkutan tersebut dan kenapa hanya tengah malam saja lewatnya, jadi jangan salahkan bila kami akan menyetop rombongan truk PS tersebut untuk memastikan bahwa angkutan tersebut legal…demikian terima kasih,” imbuh lagi.

Saat dikonfirmasi, pemilik akun bernama Udiyanto ini membenarkan isi postingannya tersebut. Dia mengaku bersama warga Desa Pulau Padang yang lain merasa keberatan atas angkutan batubara tersebut karena selalu lewat pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB saat warga tertidur pulas.

“Dalam 1 minggu ini sekitar tiga sampai empat kali angkut dan rata-rata sudah tengah malam jam 2 mereka melintas di Pulau Padang,” ungkapnya.

Dalam hitungan Udiyanto setiap kali mengangkut ada kurang lebih 30 truk PS yang melintas. Namun dia belum bisa memastikan jumlah tersebut karena Udiyanto mendapatkan laporan dari warga Desa Bentot bahwa ada 90 truk PS yang melintas setiap kali jadwal angkutan.

Dia juga belum bisa memastikan pemilik angkutan batubara tersebut, karena itu Udiyanto bersama warga lain berencana mencegat angkutan itu untuk mempertanyakan legalitas atau izin angkutannya.

Bahkan pihaknya berencana menyurati desa lain yang dilintasi untuk melakukan hal yang sama. Udiyanto sebagai warga hanya ingin agar legalitas angkutan tersebut bisa di sampaikan ke pemdes (pemerintah desa) yang dilewati angkutan tersebut (batubara).

“Apabila memang angkutan tersebut legal maka kami berharap agar jangan lewat kalau sudah tengah malam sebab warga terganggu suara knalpot yg rata-rata knalpot modifikasi,” tegasnya. (Adi Suseno/YSY)

Loading

Berita Terkait

Bom Kompetensi di Makassar: 3 Wartawan Enrekang Tembus UKW, 1 Naik ke Jenjang Utama!
Outing Class ke Kodim 0612/Tasikmalaya, Anak-Anak PAUD Roushotul HarissyahBelajar Cinta Tanah Air
Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di Desa Pangkan Kian Memanas, Warga Tantang Kadis PUPR Tunjukkan Lokasi Proyek 2025
Tak Tinggal Diam, Ini 3 Langkah Strategis Kuasa Hukum Usai Praperadilan di PN Tasikmalaya Ditolak
Bhabinkamtibmas Turun ke Kebun Cabe, Warga Desa Teluk Sungkai Diajak Perkuat Ketahanan Pangan
Warga Kritik Keras Mutasi Bidan Jadi Kasi Kelurahan: ‘Bupati Boroskan Tenaga Medis Saat Rasio Nakes Minim’
Klaim Asuransi Jiwa Debitur Macet, POSPERA Tasikmalaya Tuntut BRI Kembalikan Sertifikat Ahli Waris
Kadisdik Kota Tasikmalaya Apresiasi Nabila Azhara, Siswi SMPN 16 yang Aktif Berdakwah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:50 WIB

Bom Kompetensi di Makassar: 3 Wartawan Enrekang Tembus UKW, 1 Naik ke Jenjang Utama!

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:43 WIB

Outing Class ke Kodim 0612/Tasikmalaya, Anak-Anak PAUD Roushotul HarissyahBelajar Cinta Tanah Air

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di Desa Pangkan Kian Memanas, Warga Tantang Kadis PUPR Tunjukkan Lokasi Proyek 2025

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:39 WIB

Tak Tinggal Diam, Ini 3 Langkah Strategis Kuasa Hukum Usai Praperadilan di PN Tasikmalaya Ditolak

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:06 WIB

Bhabinkamtibmas Turun ke Kebun Cabe, Warga Desa Teluk Sungkai Diajak Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru