Tasikmalaya, MNP – Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat Ujang Asy’ari, S.TH.I terus melakukan konsolidasi internal bersama para relawan, keluarga, para sahabat dan struktural partai.
Apalagi, caleg PKB ini sebagai ketua DPW BKP Jawa Barat juga ketua lembaga saksi dan pemenangan Jawa Barat, sehingga melakukan tahap awal rekrutmen sosialisasi konsolidasi dalam pembangunan infrastruktur tim pemenangan.
Pria asli orang Tasikmalaya Selatan ini kembali nyaleg untuk menumbuh kembangkan memakmurkan kabupaten maupun Kota Tasikmalaya supaya lebih maju dan makmur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ujang Asy’ari menyebut, yang harus kembali ditata salah satunya dari segi sumber daya manusia, perekonomian dan sumber daya alam di Tasikmalaya.
Selain itu, program Ujang Asy’ari yang paling pertama adalah Tarbiyah Islamiyah (sosial keagamaan, red) di Tasikmalaya yang harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah maupun dewan.
Alasan Ujang Asy’ari memilih judul sosial keagamaan, karena karakter Tasikmalaya ini gudangnya pesantren dan Diniyah, serta dominasi masyarakat petani.
“Para guru Diniyah Takmiliyah itu bisa disantuni seperti halnya kelayakannya dari segi kemakmuran, dewan jangan hanya fokus terhadap infrastrukturnya gedung,” kata Ujang Asy’ari, Sabtu malam (27/0/2024) saat mendatangi warga Kp Benda RT 03 RW 11 Kelurahan Cikalang Kec Tawang Kota Tasikmalaya.
Kemudian pelaku UKM atau para pedagang-pedagang kecil, sebab produksi Tasikmalaya sudah terkenal dengan produk lokalnya yaitu bordir, sandal terompah dan kreatifitas usaha kelompok milenial lainnya.
“Mereka perlu dibantu dari segala arah dan mengerucut kearah permodalan. Juga bagi kelompok nelayan di pesisir pantai sana yang harus bisa lebih makmur,” kata Ujang Asy’ari.
Caleg nomor urut 3 ini banyak mendengar para petani mengeluhkan mahalnya harga pupuk dan bibit, padahal secara antropologi, mayoritas masyarakat Tasikmalaya Dapil Jabar 15 adalah petani.
Lantaran itu, Ujang Asy’ari jika menjadi dewan akan mendorong melalui lobi politik anggaran untuk menangani masalah tersebut. Pasalnya, dewan adalah pelayan rakyat dan menjadi jembatan aspirasi masyarakat.
“Kalau kita sudah jadi dewan, kan nanti bisa ngobrol sama Gubernur Jawa Barat, Bupati atau Wali Kota untuk sama-sama berjibaku memikirkan dapil kita,” tandas Ujang Asy’ari.
![]()
Penulis : Redaksi









Tinggalkan Balasan