Usaha Turun Temurun, Sekda Kota Tasik Ingin Produksi Tempe Warga Panglayungan di Branding

Sabtu, 2 Maret 2024 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan menyebut, produk tempe di RW 16 Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes harus di branding.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri undangan silaturahmi dengan acara ngaliwet bersama di Rumah Ketua Yayasan Mitra Mandiri Media, Jumat (01/03/2024).

Pasalnya kata Ivan, kegiatan produksi tempe tersebut sudah menjadi usaha turun temurun, bahkan sampai generasi ketiga. Apalagi, daerah ini sebenarnya dikenal sebagai daerah sentral tempe di Kota Tasikmalaya.

“Ini udah udah turun temurun, di sini sebagai sentral dari produksi tempe tentunya ini juga potensi ekonomi Kota Tasikmalaya. Mudah-mudahan nanti kedepan kita coba bagaimana membranding,” ungkapnya.

Ivan juga mengaku akan menjadikan bahan untuk di komunikasikan ke dinas terkait, sehingga mampu mengangkat agar produksi tempe lokal bisa terus berkembang.

Disinggung bahan baku tempe kacang kedelai yang kerap kali susah dan sering terjadi kenaikan harga,Ivan Dicksan membenarkan hal tersebut.

“Betul, itu karena bahan bakunya sebagian besar impor, nah ini juga harus terus dikomunikasikan dengan Bulog kaitan dengan distribusi ini, kita masih ketergantungan dari luar,” sebut Ivan.

Selain itu, apakah misalnya dimungkinkan Masyarakat atau petani-petani Tasikmalaya didorong untuk menanam kedelai, karena ini juga masih jadi tantangan.

“Jadi untuk mengatasi bahan bakunya, memang harus dikoordinasikan antar dinas, termasuk juga bagaimana mendorong petani, karena memang kelihatannya minat petani lokal kita untuk budidaya kedelai ini masih kurang,” tuturnya.

Tak hanya itu, harapan Ivan Dicksan juga ingin kedepannya produk tempe bukan hanya di branding, tapi juga bisa berlebel halal.

Karena terang Ivan, Kota Tasikmalaya sebenarnya berharap sebagai daerah halal, dimana produk-produk yang berada di masyarakat terutama makanan semuanya sebaiknya berlebel halal.

“Sehingga Tasikmalaya ini sesuai dengan pada Perda Tata Nilai, sebagai kota yang religius yang makanannya juga halal,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Suslia

Berita Terkait

Cerdas Berliterasi, Unggul Bernumerasi: Disdik Garut Cetak Generasi Kuat Lewat LCC 2026
Sinergi Pakpak Bharat dan Kota Subulussalam: Perjuangkan Perbaikan Jalan Koridor CPO ke Pusat
Demi Keamanan Warga, Polsek Wanaraja Amankan ODGJ Saat Patroli Malam 
Pemkab Jeneponto Dorong Setwan DPRD Menguatkan JDIH Melalui Aplikasi ILDIS
Resmi Dilantik, Ini Wajah-Wajah Baru Pejabat Utama di Lingkungan Polres Jeneponto
Kunker ke UPT Dishub Wilayah VIII, Bapenda Garut Tinjau Pengelolaan Parkir Pasar Malangbong
Geger! Nelayan Santolo Temukan Mayat Wanita Mengapung di Tengah Laut
Pemkab Garut bersama SID Luncurkan Program Digitally Enabled District Guna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:52 WIB

Cerdas Berliterasi, Unggul Bernumerasi: Disdik Garut Cetak Generasi Kuat Lewat LCC 2026

Rabu, 15 April 2026 - 18:41 WIB

Sinergi Pakpak Bharat dan Kota Subulussalam: Perjuangkan Perbaikan Jalan Koridor CPO ke Pusat

Rabu, 15 April 2026 - 15:14 WIB

Demi Keamanan Warga, Polsek Wanaraja Amankan ODGJ Saat Patroli Malam 

Rabu, 15 April 2026 - 14:48 WIB

Pemkab Jeneponto Dorong Setwan DPRD Menguatkan JDIH Melalui Aplikasi ILDIS

Rabu, 15 April 2026 - 14:33 WIB

Resmi Dilantik, Ini Wajah-Wajah Baru Pejabat Utama di Lingkungan Polres Jeneponto

Berita Terbaru