UPTD Puskesmas Indihiang Sukses Menggelar Program Nya’ah Ka Kolot dan PMT Tahun 2025

Senin, 30 Juni 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya usai melaksanakan Program Nya’ah Ka Kolot “Ti Kolot Urang Meunang Pangarti Ka Kolot Urang Ngabakti pada Jumat lalu (27/06/2025).

Yani Maryani S.K.M.,M.K.M mengatakan, program tersebut di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari dengan penyerahan sembako kepada 18 lansia tapi hanya untuk ASN.

“Kebetulan di kita ada sekitar 27 ASN di tambah P3K, jadi rata rata itu di bagi 2 ASN 1 lansia karena kan ada 18 itu nama namanya sudah di plot dari Pemkot kita tinggal menjalankan saja,” jelas Yani Maryani, Senin (30/06/2025).

Program ini tidak hanya sekali tetapi rutin setiap bulan yang dilaksanakan berdasarkan ada kesempatan waktu luang.

“Kebetulan di Puskesmas Indihiang ada dana sosial yang di kumpulkan oleh para karyawan setiap bulan, jadi dari mulai kemarin bulan Juni sudah di berikan berbentuk sembako dan uang kadeudeuh,” ungkapnya.

Program nya’ah kolot tahun 2025 dari Gubernur Jawa Barat ini tujuannya lebih memperhatikan ke lansia sebagai bentuk sayang terhadap orang tua.

“Santunan dan uang kadeudeuh ini seadanya, seikhlasnya yang penting berkesinambungan setiap bulan walaupun tidak besar karena dari intruksinya juga sekemampuan kita,” katanya.

Tak hanya itu, dilaksanakan juga pemeriksaan konsultasi dengan dokter dan hasilnya di laporkan langsung ke petugas puskesmas Tamansari.

“Memang instruksinya seperti itu kita kolaborasi dengan puskesmas yang ada di wilayah tersebut untuk di tindak lanjuti kebanyakan diagnosa penyakit lansia,” imbuhnya.

UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya juga melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tahun 2025 yang bersumber dari dana BOK Pusat.

Yani Maryani menerangkan, kegiatan ini menyasar kelompok rentan, yakni balita gizi kurang, balita dengan berat badan tidak naik, serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).

Adapun rincian sasaran program PMT ini diantaranya Balita gizi kurang: 50 sasaran, diberikan selama 56 hari. Balita dengan berat badan kurang: 54 sasaran, diberikan selama 28 hari. Balita berat badan tidak naik: 94 sasaran, diberikan selama 14 hari. Ibu hamil KEK: 28 sasaran, diberikan selama 120 hari,” jelasnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PMT tahun ini hanya berupa makanan kudapan/snack. Hal ini disebabkan karena program PMT tahun 2025 sudah masuk dalam konsep SPPG (Sentra Pemberdayaan dan Penguatan Gizi) dapur gizi untuk kategori B3 (Balita, Bumil, dan Ibu menyusui).

Namun, dalam kenyataannya, implementasi SPPG ini belum sepenuhnya menyentuh sasaran, terutama di wilayah kerja Puskesmas Indihiang.

“Kami hanya memberikan makanan dalam bentuk snack sebagai stimulan. Sementara di lapangan, SPPG Dapur Gizi itu sendiri belum menjangkau secara optimal wilayah kami. Baru beberapa dapur gizi yang aktif, dan itu pun baru menyasar anak sekolah,” kata Yani Maryani.

Pelaksanaan kegiatan ini dimulai pada akhir bulan Mei melalui sistem pengadaan swakelola tipe 1, dimana UPTD Puskesmas Indihiang memberdayakan kader-kader terlatih untuk mengolah dan mendistribusikan PMT.

“Selain bertujuan meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil, kami juga ingin memotivasi para kader dan keluarga sasaran. Bahwa memberi makanan sehat itu perlu dicontoh dan ditiru. PMT ini hanyalah stimulan, artinya harus tetap diikuti dengan pola makan seimbang di rumah,” lanjutnya.

Yani Maryani menyebut, untuk kedepan, pihak puskesmas menyarankan agar ketika stimulan dari pemerintah tidak lagi tersedia, masyarakat tetap bisa mengadopsi pola pemberian makanan sehat secara mandiri.

Sesuai informasi yang diterima, pada tahun 2026 mendatang, pelaksanaan PMT termasuk untuk lansia, akan sepenuhnya dialihkan ke BGN dan Dapur Gizi berbasis masyarakat.

“Dengan adanya PMT ini, diharapkan mampu menurunkan angka balita gizi kurang serta mendorong ibu hamil KEK memiliki asupan yang lebih baik selama kehamilan,” pungkas Yani Maryani.

Loading

Penulis : Hendrik

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum
Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot
PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu
Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban
Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar
Penuhi Syarat Klaim, BPJS Ketenagakerjaan Nias Salurkan Manfaat Rp31 Miliar
Syarat Dipenuhi, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tidak Ada Kendala
Tipikor Polres Bartim Usut Dugaan Proyek Fiktif Desa Pangkan, Sejumlah Pejabat dan Pengawas Mulai Dipanggil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:23 WIB

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:11 WIB

Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:58 WIB

PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:48 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar

Berita Terbaru

Barito Timur

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB