TASIKMALAYA, MNP — Kegiatan peningkatan kapasitas pemuda dan Organisasi Kepemudaan (OKP) hari kedua yang difasilitasi oleh Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, sukses digelar di Aula Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Selasa (03/11/2026).
Kegiatan pembinaan yang diinisiasi melalui alokasi aspirasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan bekerja sama dengan Disporabudpar Kota Tasikmalaya ini bertujuan membentuk mentalitas generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta peka terhadap persoalan sosial di tingkat lokal.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Miftah Farid, S.IP., yang hadir sebagai pemateri mengapresiasi antusiasme para peserta. Menurutnya, penguatan kapasitas keorganisasian sangat penting agar pemuda tidak “kehilangan arah” atau mudah terpengaruh isu negatif di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait maraknya fenomena geng motor, Miftah menegaskan agar organisasi kepemudaan tidak hanya bertumpu pada pemerintah pusat atau aparat, tetapi mulai mengambil langkah preventif konkrit dari lingkungan terdekat.
“Terkait geng motor, kita jangan dulu berbicara terlalu jauh di luar, benahi dulu lingkungan sendiri. Mulai data tetangga kita yang memakai knalpot brong atau tanpa plat nomor, lalu beri edukasi secara kekeluargaan melalui organisasi kepemudaan yang ada,” tegas Miftah.
Ia menambahkan, pemuda harus hadir memberikan solusi nyata atas masalah sehari-hari seperti penanganan sampah serta keamanan lingkungan. “Jangan dulu berpikir konsep yang terlampau megah. Lirik kiri-kanan, bereskan masalah di sekitar kita secara gotong royong dan berbarengan,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT), Tatang Pahat, S.Sn., menyoroti pentingnya nilai seni dan budaya sebagai fondasi dasar pembentukan karakter pemuda.
“Dialog kepemudaan yang menyentuh wilayah kebudayaan dan seni masih terbilang jarang. Padahal, tanpa sentuhan seni dan budaya, pengembangan pemuda akan terasa hambar dan kekeringan nilai etika,” ungkap Tatang.
Ia menilai Kecamatan Bungursari memiliki potensi kearifan lokal yang sangat kaya. Jika dipadukan dengan visi-misi kepemudaan yang kuat, potensi budaya tersebut dapat menjadi spektrum kebanggaan bagi Kota Tasikmalaya.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Pora) Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, S.STP., menyampaikan apresiasi kepada Kepler Sianturi yang telah menyalurkan aspirasinya untuk program pemberdayaan kepemudaan.
“Kami dari Disporabudpar menyelenggarakan kegiatan ini untuk membangun kesadaran pemuda agar lebih berdaya dan mampu membentengi diri dari masalah sosial seperti geng motor maupun aksi *bullying* yang kerap melibatkan anak usia pra-remaja,” tutur Momon.
Sebagai fasilitator kegiatan, Kepler Sianturi kembali mengingatkan pentingnya menanamkan nilai gotong royong, keadilan sosial, dan akhlak yang mulia di tengah tantangan ekonomi maupun geopolitik saat ini.
“Pesannya jelas, jangan menjadi strawberry generation yang rapuh, tetapi jadilah pemuda Bungursari yang tangguh. Kunci kemajuan dan kesuksesan daerah ada di tangan pemuda yang mau bergerak,” pungkas Kepler.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan