Indragiri Hulu, MNP – Dugaan praktek pungutan liar (Pungli) dalam dunia pendidikan masih marak terjadi di kabupaten Indragiri Hulu.
Sejumlah orang tua murid SDN 002 Teluk Sungkai yang berlokasi di Desa Teluk Sungkai mengeluhkan praktek kotor tersebut dengan dalih uang raport.
Orang tua murid meminta kepada tim Satgas Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar) Kabupaten Indragiri Hulu untuk menangkap oknum di sekolah yang sudah meminta sejumlah uang, karena dinilai semenan mena memungut uang dengan memanfaatkan suatu kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan orangtua murid SDN 002 Teluk Sungkai, mereka diharuskan membayar uang raport Rp.20.000 ditambah uang cetak Poto 10.000 per siswa/.
Selain itu, orang tua murid harus membayar duit perpisahan sebesar Rp 270.000 untuk jalan jalan dengan rincian ongkos mobil dan biaya makan Rp.170.000 lalu untuk cendra mata sebesar Rp. 100.000.
“Mendengar penjelasan dari pihak sekolah/wali kelas, kami merasa keberatan, namun terpaksa harus membayarnya,” keluh salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya ini.
Saat temuan tersebut dikonfirmasikan ke Fitrianis selaku Kabid Pembina Dinas Pendidikan Kab Indragiri Hulu mengatakan, pihaknya tidak membenarkan ada pungutan pembayaran raport.
“Nanti saya akan hubungi Korwil terkait hal tersebut, juga kami sudah melarang untuk perisahan jalan jalan,” tegas Fitrianis kepada MNP, Sabtu (17/06/2023).
Guna pemberitaan seimbang, Wartawan mencoba meminta klarifikasi Ardison Kepala SDN 002 Teluk Sungkai melalui pesan WhatsApp.
“Uang raport yang Rp 20.000 tidak benar, dan uang cuci foto Rp 10.000 juga tidak benar, karena foto kami mencetak lewat Sijai tukang foto, itupun dibayar dengan uang Dana BOS, bukan anak yang bayar,” jelas Kepala Sekolah.
“Kalau uang Rp 270.000 adalah untuk perpisahan dan uang kenang kenangan Rp 100.000 untuk parker di sekolah, itupun kami serahkan pada Komite Sekolah,” dalih Ardison. (Jun)
![]()









Tinggalkan Balasan