Tasikmalaya, MNP – Fenomena tiang telepon dan kabel optik yang menumpuk di salah satu sudut Kota Tasikmalaya menjadi sorotan warga. Dari awalnya hanya satu tiang penopang jaringan, kini berdiri berderet hingga menutupi pandangan dan mengganggu estetika kota.
Pemandangan ini terjadi di kawasan yang mestinya rapi dan tertata. Ironisnya, di kota yang terkenal subur dan asri, tiang-tiang tersebut justru “tumbuh” seperti beranak pinak. Alih-alih menandakan kemajuan, kondisi ini dianggap bentuk kelalaian dalam pengelolaan tata ruang.
Pemerhati lingkungan Kota Tasikmalaya, Indra, dalam wawancara pada Senin (11/8/2025) siang di Jalan Yudanegara, menilai penumpukan tiang ini akibat kurangnya koordinasi antara penyedia layanan telekomunikasi dan pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap operator seolah memasang tiang sendiri tanpa memanfaatkan tiang yang sudah ada. Akibatnya, di satu titik bisa ada beberapa tiang dengan fungsi sama,” ujarnya.
Indra menambahkan, persoalan ini bukan hanya soal keindahan, tetapi juga menyangkut keselamatan, pasalnya tiang yang terlalu banyak dan berdiri dekat jalan.
Tentunya hal itu dapat mengganggu mobilitas pejalan kaki dan membahayakan saat terjadi angin kencang atau kabel putus.
“Selain itu, deretan tiang juga menutupi pandangan ke toko atau kios, yang berpotensi menurunkan omset pedagang,” jelas Indra.
Ia mendorong pemerintah kota segera membuat regulasi tegas tentang pemasangan tiang, termasuk opsi sharing pole atau penanaman kabel di bawah tanah (ducting). “Kalau ada koordinasi, kota bisa tetap rapi, aman, dan efisien,” tegasnya.
Indra berharap langkah konkret segera diambil sebelum wajah kota semakin tercoreng. “Kota yang indah bukan hanya soal taman dan lampu, tapi keteraturan semua elemen, termasuk tiang kabel optik,” pungkasnya.
![]()
Penulis : SN
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan