Tergerus Modernisasi, Bengkel Becak Kayuh di Pemalang Kini Berada di Ujung Tanduk

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Fenomena bengkel becak kayuh di kabupaten Pemalang Jawa Tengah,semakin langka, hal ini merupakan cerminan nyata dari tergerusnya moda transportasi tradisional di tengah modernisasi perkotaan.

Keberadaan bengkel khusus becak, khususnya kayuh, saat ini sudah sangat jarang ditemukan. Sulitnya mencari penerus keahlian merakit atau memperbaiki becak gowes membuat keberadaan bengkel ini di ujung tanduk.

Becak tradisional semakin jarang digunakan, hal ini mulai terasa sejak adanya angkutan kota dan ojek motor online. Banyak warga beralih menggunakan jasa angkutan atau ojek online,yang lebih cepat dan hemat.

Gofur (75) mungkin satu -satunya seorang mekanik becak yang masih bisa di jumpai di wilayah perkotaan Pemalang. Pria yang sudah menggeluti profesi puluhan tahun tersebut, mangkal di jalan veteran samping Bank BPD Jawa Tengah.

“Saya sudah buka bengkel Becak sekitar 50 tahunan, mengalami masa kejayaan becak sekitar tahun 70 -80 an,” ujarnya, pada Kamis (12/3).

Ia menambahkan, banyak bengkel tradisional yang biasa menangani las dan perbaikan becak kayuh tutup, karena permintaan menurun drastis.

“Sekarang saya menangani perbaikan ringan saja, seperti rantai lepas atau kendor, nambal ban,atau perbaikan ringan bodi becak yang sudah tua,” ujarnya.

Bengkel becak tradisional nyaris hampir punah, kelangkaan ini menandai transisi dari tenaga manusia (dayung) ke tenaga mesin atau listrik. Mengubah lanskap bengkel dari perbaikan becak tradisional, menjadi bengkel modifikasi becak wisata.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek
Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk
Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol
Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata
Rampung Renovasi Kubah Masjid Miftahul Jannah, Warga RW 11 Cikiara Padukan Edukasi PPA dan Kegiatan Sosial
Polsek Mangkubumi Gelar Doa dan Tahlilan Kenang Pengabdian Almarhum H. Efri Priyanto
Oknum Kades di Kecamatan Rakit kulim Akui Pungutan PETI Rp5 Juta, Pengepul Rp20 Ribu per Gram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata

Berita Terbaru