TASIKMALAYA, MNP — Rasa syukur atas rampungnya renovasi dudukan kubah Masjid Jami Miftahul Jannah menjadi momentum penting bagi warga Cikiara RW 11, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.
Pasalnya, kegiatan ini mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah, semangat gotong royong, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Momentum tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tasyakkur Bi Ni’mat yang digelar Jumat (30/10/2026) malam di Masjid Jami Miftahul Jannah, Cikiara RW 11.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan sarana ibadah, tetapi juga dirancang sebagai ruang silaturahmi, edukasi, dan penguatan tanggung jawab sosial warga.
Ketua RW 11 Cikiara, Dodi Setiadi, menegaskan bahwa rampungnya renovasi dudukan kubah masjid merupakan hasil dari kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian berbagai pihak.
Menurutnya, keberhasilan membangun sarana ibadah seharusnya berjalan seiring dengan upaya membangun kualitas kehidupan sosial masyarakat.
Dodi sebagai warga RW 11 sangat bersyukur karena renovasi dudukan kubah Masjid Jami Miftahul Jannah dapat diselesaikan. Ini merupakan hasil kebersamaan dan kepedulian banyak pihak.
“Kami meyakini bahwa membangun masjid bukan hanya tentang memperindah bangunan, tetapi juga bagaimana memakmurkannya, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan kepedulian sosial,” ungkap Dodi.
Ia menilai, keberadaan masjid semestinya memiliki peran lebih luas daripada sekadar tempat melaksanakan ibadah ritual.
Masjid juga harus mampu menjadi ruang pemersatu masyarakat, tempat tumbuhnya nilai-nilai keagamaan, serta pusat pembentukan karakter dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, Tasyakkur Bi Ni’mat kali ini tidak dikemas sebatas seremoni syukuran. Panitia turut menghadirkan sejumlah agenda edukatif dan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya terkait perlindungan anak dan perempuan serta pembinaan generasi muda.
Salah satu agenda penting adalah sosialisasi perlindungan perempuan dan anak serta pencegahan kenakalan remaja yang disampaikan oleh Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Epi Mulyana, S.H., M.H.
Materi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa perlindungan anak dan perempuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga terkait, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Persoalan kenakalan remaja, perlindungan anak, hingga potensi kekerasan di lingkungan sosial membutuhkan perhatian bersama.
Keluarga, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, dan seluruh elemen warga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman, sehat, dan positif bagi generasi penerus.
Selain edukasi sosial, kegiatan juga diisi penyampaian imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Panglayungan.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas lingkungan melalui komunikasi, kepedulian, serta partisipasi aktif masyarakat.
Kepedulian sosial juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada anak yatim piatu dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.
Agenda ini menjadi simbol bahwa rasa syukur atas nikmat dan keberhasilan bersama selayaknya diwujudkan pula melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Dalam kesempatan tersebut, Dodi Setiadi secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Sosial Kota Tasikmalaya atas perhatian dan dukungannya terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan tersebut.
Atas nama warga RW 11 Cikiara, Dodi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Sosial Kota Tasikmalaya yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap kegiatan ini, khususnya dalam upaya menghadirkan kepedulian kepada anak-anak yatim piatu.
“Kami berharap sinergi dan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat seperti ini dapat terus terjalin, sehingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga bisa semakin berkembang,” tutur Dodi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tawassul, dilanjutkan penyampaian laporan pelaksanaan renovasi dudukan kubah masjid oleh panitia sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi kepada masyarakat.
Kegiatan yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut sekaligus membawa pesan bahwa semangat persatuan tidak cukup hanya menjadi slogan atau peringatan seremonial.
Nilai persatuan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui gotong royong, solidaritas, kepedulian, dan tanggung jawab bersama terhadap masa depan generasi muda.
Bagi warga Cikiara RW 11, rampungnya renovasi dudukan kubah Masjid Jami Miftahul Jannah bukanlah akhir dari sebuah proses pembangunan.
Justru, capaian tersebut diharapkan menjadi awal untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, pembinaan masyarakat, serta penggerak kepedulian sosial.
Pesan yang ingin ditegaskan melalui Tasyakkur Bi Ni’mat ini sederhana, tetapi memiliki makna mendalam: membangun masjid tidak cukup hanya dengan memperkuat bangunannya, tetapi juga harus diiringi dengan membangun persaudaraan, kepedulian, dan kualitas akhlak masyarakat.
Dengan semangat tersebut, warga berharap Masjid Jami Miftahul Jannah senantiasa menjadi pusat ibadah sekaligus ruang kebersamaan yang mampu melahirkan lingkungan masyarakat yang religius, harmonis, aman, dan peduli terhadap masa depan generasi penerus bangsa.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan