Tasikmalaya, MNP — UPTD Puskesmas Bungursari menggelar Lokakarya Mini (Lokmin) Triwulan ke IV yang berlangsung di Aula UPTD Puskesmas Bungursari, Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini menjadi forum evaluasi capaian program kesehatan sekaligus penguatan koordinasi lintas sektor, Rabu (10/12/2025).
Acara tersebut dihadiri Muspika Kecamatan Bungursari Camat Babinsa Danposmil, Kapospol, lurah, KUA, MUI, Koordinator PLKB, para kader, kepala sekolah, Karang Taruna, Forum Kecamatan Sehat, serta tamu undangan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Bungursari Sodik dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lokmin Triwulan IV merupakan bentuk dukungan terhadap capaian program yang telah dilaksanakan UPTD Puskesmas Bungursari sepanjang tahun.
Pihak kecamatan secara khusus mengundang seluruh unsur lintas sektor untuk memberikan masukan dan tanggapan atas paparan kinerja puskesmas.
Sementara itu, H. Ujang Andi Irawan, S.Kep., Ners., selaku perwakilan UPTD Puskesmas Bungursari yang mewakili Kepala Puskesmas, menjelaskan bahwa Lokmin Triwulan IV difokuskan pada koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat.
Pembahasan mencakup stunting, imunisasi, DBD, serta penyakit dan program pemerintah lainnya.
“Kami melaporkan capaian Triwulan Keempat, lalu dievaluasi apakah sudah tertanggulangi atau belum. Alhamdulillah, ketercapaiannya sudah baik dan dukungan lintas sektor sangat luar biasa,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penanggulangan masalah kesehatan tidak dapat dilakukan oleh puskesmas saja, melainkan harus diselesaikan bersama melalui kolaborasi seluruh lintas sektor.
Hingga saat ini, kondisi kesehatan masyarakat relatif terkendali, termasuk pendampingan keluarga berisiko seperti penderita hipertensi dan diabetes melitus (DM) yang terus dipantau dan diobati.
Lebih lanjut disampaikan bahwa angka stunting di wilayah Bungursari telah menurun dan berada pada kisaran 11 persen.
Berbagai program telah dilaksanakan, di antaranya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal khusus untuk ibu hamil, balita, bayi, termasuk anak stunting, serta dukungan program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penanggulangan stunting kini dilakukan lebih komprehensif, dimulai sejak calon pengantin (catin).
Melalui koordinasi dengan PLKB, KUA, dan puskesmas, edukasi gizi dan kesehatan diberikan sejak sebelum menikah agar calon ibu siap secara fisik dan kesehatan saat hamil, sehingga bayi yang dilahirkan sehat.
“Untuk wilayah Bungursari, Alhamdulillah angka kematian bayi, balita, dan ibu hamil saat ini nol. Memasuki musim pancaroba, kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya Lokmin Triwulan IV ini, diharapkan sinergi lintas sektor semakin kuat dalam mendukung program kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Bungursari.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan