Jeneponto, MNP – Publik dihebohkan dengan pembelian mobil yang dijadikan kendaraan ambulans oleh warga dusun Batu-Batua dan Dusun Karampuang di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto.
Namun kabar inspiratif tersebut malah membuka isu minor yang menampar muka pemerintahan desa Datara itu sendiri.
Inisiatif ini muncul karena warga menilai keberadaan mobil siaga (ambulans) milik desa Datara seakan tidak bermanfaat bagi warganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Digadang gadang bakal bermanfaat, malah selama ini kurang dapat diandalkan, karena sering kali digunakan untuk keperluan pribadi oleh oknum aparat desa.
Padahal mobil siaga itu sangat penting untuk mengantisipasi keadaan darurat, seperti sakit mendadak, kecelakaan, atau keperluan mendesak lainnya.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak ingin lagi bergantung pada mobil siaga desa, karena kadang tidak tersedia saat dibutuhkan.
“Maka kami berinisiatif untuk patungan dan membeli mobil ambulans sendiri,” ujar salah satu warga Dusun Batu-Batua, Kamis, 17 Juli 2025.
Ia juga menegaskan bahwa mobil ini murni hasil swadaya masyarakat, bukan bantuan dari pemerintah desa. Oleh karena itu, warga meminta agar identitas pada mobil tersebut mencerminkan sumber pengadaannya.
“Tulisan di mobil nanti bukan ‘Ambulans Desa Datara’, tapi ‘Ambulans Swadaya Masyarakat Dusun Batu-Batua dan Karampuang’, karena ini betul-betul hasil patungan warga, bukan dari Pemdes,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bukti bahwa masyarakat mampu bersatu dan bergerak untuk memenuhi kebutuhan bersama bahkan tampa bantuan dari pihak pemerintah.
Saat wartawan mencoba konfirmasi Kepala Desa Datara Jufri Lau melalui aplikasi WhatsApp membenarkan hal berita tersebut.
Saat ditanya betul ini berita pak desa? Dia menjawab,” Ye, arti kata benar adanya. Ketika dimintai tanggapan, sang kades hanya menjawab sangat positif,” singkatnya.
![]()
Penulis : Mahmud Sewang
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan