Ciamis, MNP – Tatar Galuh atau sekarang Kabupaten Ciamis provinsi Jawa Barat memiliki banyak peninggalan sejarah kerajaan dengan sosok terkenal Prabu Siliwangi.
Salah satunya, situs sejarah Karangkamulyan yang berlokasi di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, menjadi spot rest area bagi pengunjung.
Di lokasi itu terdapat sejumlah situs mulai Pangcalikan atau tempat duduk Raja Adimulya Permadikusumah (732 M), hingga benteng dan parit kuno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada juga sisa jalan kuno yang menghubungkan Kerajaan Pajajaran dengan Kerajaan Majapahit pada Abad 13.
Sementara, bagian belakang Situs Karangkamulyan berbatasan langsung dengan Sungai Citanduy dan Sungai Cimuntur, bahkan terdapat Patimuan yakni lokasi pertemuan dua sungai besar di Jawa Barat tersebut.
Sedangkan bagian depan adalah Jalan Raya Ciamis-Banjar menuju Jawa Tengah, jalan nasional yang sebelah timurnya kini menjadi satu jalur dari arah Banjar.
Menurut Ibu Desi, penjaga tiket di lokasi mengatakan, pengunjung biasanya membludak pada hari Weekend (Sabtu dan Minggu).
“Hari-hari ramai biasanya Sabtu sampai Minggu,” ungkap Ibu Desi kepada wartawan, Minggu (21/07/2024).
Ia juga menginformasikan adanya kenaikan harga tiket masuk yang sebelumnya Rp3.500 per orang kini menjadi Rp6.500 per orang terhitung dari per satu Maret 2024.
Ibu Desi mengimbau para pengunjung untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan, terutama larangan membawa makanan ke dalam area situs.
“Takut diambil sama monyet yang berada disekitar situs, jumlahnya terbilang ada lima ratusan, belum lagi lutung, kadang sering mengambil makanan pengunjung,” pesannya.
Dengan semakin meningkatnya minat wisatawan, Ibu Desi berharap, kedepannya di area Karangkamulyan bisa dibangun permainan untuk anak-anak.
“Diharapkan situs sejarah Karangkamulyan tidak hanya menjadi destinasi wisata yang edukatif tetapi juga ramah keluarga,” pungkasnya.
![]()
Penulis : DHS
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan