Sejarah Hari Batik Nasional yang Diperingati Setiap 2 Oktober, Ditetapkan Usai Diakui UNESCO

Sabtu, 1 Oktober 2022 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MNP – Batik sudah menjadi salah satu bagian dari identitas bangsa Indonesia yang saat ini sudah mendunia. Seperti diketahui, Hari Batik Nasional di Indonesia diperingati pada setiap tanggal 2 Oktober setiap tahunnya.

Batik juga sudah menjadi salah satu warisan budaya UNESCO. Proses mendunianya batik sebagai identitas negara Indonesia tentu saja tidak terjadi begitu saja.

Batik sudah melalui serangkaian proses panjang dari masa ke masa, sehingga akhirnya bisa dikenal, bahkan diakui oleh dunia sebagai identitas dari negara Indonesia.

Simak penjelasan mengenai sejarah Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Sejarah Hari Batik Nasional dan Perjalanan hingga Diakui UNESCO

Hari Batik Nasional ini ditandai dengan adanya keputusan dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization atau UNESCO untuk mengukuhkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity pada tanggal 2 Oktober 2009, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Sejak saat itu, secara resmi batik diakui sebagai salah satu warisan budaya dunia dan diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Mulanya, Indonesia telah mengajukan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada tanggal 4 September 2008.

Namun, pihak UNESCO baru memberikan jawabannya pada saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 9 Januari 2009.

Setelah itu, UNESCO kemudian mengukuhkan batik menjadi Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada tanggal 2 Oktober 2009 dalam sidang ke-4 UNESCO di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Menilik dalam sejarahnya, Presiden Soeharto pertama kali memperkenalkan batik kepada dunia ketika menghadiri acara konferensi PPB.

Tidak hanya dalam kesempatan tersebut, Presiden Soeharto juga kerap mengenakan batik dalam pertemuan-pertemuan internasional.

Presiden Soeharto juga seringkali memberikan oleh-oleh kain batik kepada para tamu negara yang berkunjung ke Tanah Air.

Setelah resmi menjadi Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi di Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia tentu menyambut baik adanya hal tersebut.

Lebih lanjut, pemerintah Republik Indonesia kemudian menerbitkan Keppres No. 33 Tahun 2009 untuk menetapkan Hari Batik Nasional.

Adanya peringatan Hari Batik Nasional juga memiliki tujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar bangga menggunakan batik untuk melestarikan budaya Indonesia.

Sejarah Batik di Indonesia

Batik merupakan teknik menggambar motif di atas kain dengan menggunakan canting dan malam. Kata batik sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu ‘amba’ yang memiliki arti menulis, dan ‘titik’.

Diketahui, adanya batik di Indonesia ini sudah sejak lama, yaitu dari masa Kerajaan Majapahit. Hal tersebut diketahui dari sejumlah arca batu peninggalan zaman Kerajaan Majapahit yang ternyata ditemukan motif batik.

Berdasarkan informasi yang beredar, Arca Harihara yang merefleksikan pendiri Majapahit, Raden Wijaya yang mengenakan batik kawung.

Adanya batik dari peninggalan masa Kerajaan Majapahit juga bisa ditemui di wilayah Mojokerto dan Bonorowo atau yang saat ini dikenal dengan Tulungagung.

Menilik dalam sejarah, tradisi membatik ini hanya ada di wilayah kerajaan saja. Hal tersebut dikarenakan batik sendiri hanya dikenakan oleh kalangan bangsawan.

Oleh karenanya, batik pada zaman dahulu identik dengan kalangan ningrat dengan gaya berpakaian yang eksklusif.

Di masa itu, batik ini hanya digunakan oleh Raja, dan kalangan petinggi kerajaan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, tradisi batik mulai menyebar di luar kerajaan.

Bahkan, pada saat itu batik juga sudah mulai ditiru oleh kalangan rakyat jelata. Mereka mulai menjadikan kegiatan membatik pekerjaan terutama bagi kalangan wanita.

Di sisi lain, teknik batik sendiri kabarnya sudah ada sejak ribuan tahun silam.

Melansir dari berbagai sumber, teknik membatik diperkirakan berasal dari Mesir Kuno atau Sumeria. Selanjutnya, teknik batik menyebar hingga ke beberapa negara, termasuk salah satunya Indonesia. (Net)

Loading

Berita Terkait

Tekan Kejahatan Jalanan, Polres Garut Gandeng Sespimma Polri dan Komunitas Motor dalam FGD Strategis
Aksi Humanis Bripda Gorda Situmorang, Sukarela Donorkan Darah Bantu Warga di RSUD Salak
Wabup Pakpak Bharat Resmikan Dapur Ke-4 SPPG di Kecupak I Kecamatan PGGS
Dukung Pemulihan Pasien, Poltekkes Tasikmalaya Berdayakan Keluarga dan Kader di Kawalu
Bebas Antrean dan Pungli, Bupati Tasikmalaya Luncurkan MPPDN Versi 2
Bimtek Literasi Informasi Bireuen: Memperkuat Peran Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi di Tengah Arus Informasi
Program Magang/KKN Internasional Batch VI Resmi Dilepas, Siap Harumkan Nama Enrekang di Thailand
Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar Doa Bersama dalam Rangka HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:46 WIB

Tekan Kejahatan Jalanan, Polres Garut Gandeng Sespimma Polri dan Komunitas Motor dalam FGD Strategis

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:47 WIB

Aksi Humanis Bripda Gorda Situmorang, Sukarela Donorkan Darah Bantu Warga di RSUD Salak

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:13 WIB

Wabup Pakpak Bharat Resmikan Dapur Ke-4 SPPG di Kecupak I Kecamatan PGGS

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:08 WIB

Dukung Pemulihan Pasien, Poltekkes Tasikmalaya Berdayakan Keluarga dan Kader di Kawalu

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:42 WIB

Bebas Antrean dan Pungli, Bupati Tasikmalaya Luncurkan MPPDN Versi 2

Berita Terbaru

Berita terbaru

Wabup Pakpak Bharat Resmikan Dapur Ke-4 SPPG di Kecupak I Kecamatan PGGS

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:13 WIB

Berita terbaru

Bebas Antrean dan Pungli, Bupati Tasikmalaya Luncurkan MPPDN Versi 2

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:42 WIB