Tasikmalaya, MNP – Pembangunan Revitalisasi tahap satu Situ Gede kota Tasikmalaya melalui anggaran provinsi Jawa Barat diklaim membawa dampak manfaat.
Namun, faktanya dampak positif itu belum dirasakan warga masyarakat khususnya di wilayah Situ Gede sebelah Utara.
Nampak jalan yang masih rusak parah karena minim perhatian, warga menuding Pemerintah selalu mengedepankan pintu utama dan wilayah sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satunya Pelimpahan air Ciangrim yang mengalami keretakan cukup parah sehingga kalau tidak dilakukan penanganan secepatnya akan berdampak longsor yang potensi mengakibatkan korban jiwa.
Otoy, salah satu warga Kp Gadog RT 11 kelurahan Linggajaya kecamatan Mangkubumi menyebut, pembangunan Revitalisasi Situ Gede kemarin tidak tepat sasaran dan tidak fokus pada perawatan Situ Gede.
Menurutnya, hampir semua anggaran terfokus di wilayah selatan saja, padahal pembangunan wilayah utara seharusnya menjadi prioritas dan harus segera dilakukan.
“Hal itu agar tidak terjadi bencana alam yang disebabkan abrasi, sehingga akan berdampak luas terhadap keselamatan masyarakat sebelah sisi Utara Situ Gede,” ungkap Otoy.
Dirinya meminta pemerintah membuat skala prioritas pembangunan Situ Gede sebelah Utara.
“Pasalnya dana anggaran dari revitalisasi kemarin yang notabene miliaran bisa membiayai utuk perawatan Pelimpahan air Ciangrim,” kata Otoy.
Sementara, Kang Dayat selaku pemerhati Situ Gede membenarkan bahwa pembangunan Situ Gede Mangkubumi harus ada pemerataan dan di kaji baik dan buruknya.
“Coba lihat, dampak dari pembiaran yang sebelah Utara, banyak abrasi longsor berakibat pendangkalan Situ Gede,” cetus kang Dayat.
Dirinya menegaskan, abrasi Situ Gede bisa menyebabkan lingkungan, ekosistem, dan penduduk sekitar Situ sebelah Utara akan mengalami kerugian harta bahkan nyawa.
“Kalau tidak segera ditangani dipastikan bencana itu akan terjadi,” tegas Kang Dayat.
Senada dikatakan Siska salah seorang pengunjung asal Cikurubuk yang sedang berolahraga mengitari area Situ Gede.
Siska mengeluhkan bahwa kenyataan untuk pengguna jalan jogging track sangat kurang nyaman dikarenakan paving block sudah rusak parah sehingga harus hati hati dalam melangkah.
“Keinginan saya selaku penghobi jalan jogging kepada pemerintah harus segera dilakukan perbaikan, demi kenyamanan pengunjung dan keindahan wisata kebanggaan urang Tasikmalaya,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan