Tasikmalaya, MNP – Situ Gede, danau seluas sekitar 47 hektare di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, sudah lama menjadi ikon wisata bagi warga Priangan Timur.
Keindahan panorama, suasana teduh, dan keberadaan pulau kecil di tengah danau menjadikannya destinasi favorit untuk melepas penat. Banyak warga datang sore hari untuk memancing, naik perahu, atau sekadar menikmati senja.
Namun, pesona Situ Gede tidak bisa dilepaskan dari kisah misteri yang diwariskan turun-temurun. Legenda, mitos, hingga cerita gaib terus hidup di tengah masyarakat, menjadikan danau ini bukan hanya indah secara alamiah, tapi juga sarat nilai budaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Cerita paling populer adalah tentang Eyang Prabudilaya, tokoh sakti yang dipercaya dimakamkan di pulau kecil di tengah situ. Pulau ini dianggap keramat, banyak peziarah datang untuk berdoa, sementara warga setempat menjaga sikap hormat ketika berada di sekitarnya.
Selain itu, warga percaya adanya ikan gaib raksasa bernama Si Layung dan Si Kohkol yang menjadi penjaga danau. Konon, mereka bisa menampakkan diri bila ada orang berbuat sombong atau tak sopan.
“Dulu orang tua suka ngingetin, kalau main di situ jangan bicara sembarangan. Katanya ada penunggunya,” ungkap Mang Asep (54), pemancing yang puluhan tahun mencari Nafkah di kawasan ini.
Mitos lain adalah kisah hilangnya kampung kuno Lembur Sinjang Moyang yang konon tenggelam karena warganya berbuat zalim. Sejak itu, beredar cerita adanya harta karun yang terkubur di dasar danau. Meski banyak yang penasaran, hingga kini belum ada bukti nyata.
Bahkan, ada pantangan bagi warga asal Sumedang untuk menyeberang ke pulau tengah. Pernah dikisahkan, pengunjung dari Sumedang mencoba masuk, tiba-tiba cuaca berubah menjadi badai. Cerita ini membuat sebagian warga enggan melanggar pantangan.
Di balik misteri itu, Situ Gede tetap menjadi magnet wisata. Setiap akhir pekan, kawasan ini dipenuhi pedagang makanan, penyewa perahu, dan komunitas pemancing. Anak-anak bermain di tepi danau, sementara remaja sibuk berfoto dengan latar air tenang.
Pemerintah Kota Tasikmalaya juga terus melakukan penataan kawasan dengan menyediakan area parkir, warung, dan fasilitas pendukung. “Kalau akhir pekan, bisa ratusan orang datang. Situ Gede sekarang jadi ruang publik yang hidup,” kata Ibu Tati (42), pengunjung asal Banjar senin 29/09/2025
Bagi wisatawan, perpaduan keindahan alam dan cerita mistis menjadi daya tarik tersendiri. “Indah, tapi ada rasa misterius. Itu yang bikin beda dari danau lain,” ujarnya
Meski demikian, Situ Gede juga menghadapi tantangan serius. Hampir setiap musim kemarau, air danau surut drastis hingga dasar retak-retak terlihat di beberapa titik. Kondisi ini berdampak langsung pada ekonomi warga yang bergantung pada wisata.
“Kalau air surut, perahu susah jalan. Pengunjung jadi malas nyebrang. Dagangan pun ikut sepi,” keluh Mang Dedi. Tukang perahu, Asep (37), menambahkan, “Kemarau panjang bikin penghasilan turun jauh. Biasanya bisa Rp100 ribu sehari, sekarang kadang cuma setengahnya.”
Menurut pengamat lingkungan, kekeringan di Situ Gede tak hanya akibat perubahan iklim, tapi juga karena berkurangnya daerah resapan air di sekitar danau akibat alih fungsi lahan. Jika tidak ada upaya serius, kondisi bisa semakin parah.
Selain itu, akses jalan menuju Situ Gede juga menjadi keluhan utama. Sejumlah ruas jalan di sepanjang jalur masuk mengalami kerusakan cukup parah: aspal mengelupas, berlubang, dan becek bila hujan.
“Wisatawan kadang kapok karena jalan rusak. Harusnya pemerintah beri perhatian khusus, kalau mau Situ Gede tetap jadi andalan wisata,” ujar Asep.
Kondisi jalan yang tidak layak membuat potensi wisata Situ Gede belum maksimal. Banyak pengunjung luar kota mengeluhkan perjalanan yang melelahkan sebelum bisa menikmati panorama danau. Padahal, dengan infrastruktur yang baik, Situ Gede bisa bersaing dengan destinasi populer lain di Jawa Barat.
Bagi masyarakat, Situ Gede adalah cermin identitas Tasikmalaya: indah, misterius, sekaligus penuh tantangan masa kini.
![]()
Penulis : SN
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan