Pakpak Bharat, MNP – Kekerasan fisik terjadi pada salah seorang siswa di SMA Negeri 1 Tinada kelas X yang dialami inisial (NK) pada Sabtu 21 Januari 2023 lalu sekitar pukul 07.30 Wib.
Kejadian bermula ketika korban dan beberapa temannya terlambat untuk mengikuti Apel pagi di sekolahnya, lalu mereka berdiam diri dulu di kantin samping sekolah.
Namun, salah seorang oknum guru berinisial (MD) mengetahui jika ada beberapa siswa tidak mengikuti Apel pagi dan mengetahui mereka di kantin samping sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sambil membawa kayu, oknum guru ini memanggil siswa dan seketika langsung memukul salah satu siswa di bagian tangan, lalu dipukul lagi mengenai kepala korban sampai mengalami memar dan benjol bagian atas kanan.
Kepada wartawan, NK siswa korban arogansi guru membenarkan jika dirinya mengalami kekerasan fisik dibeberapa bagian anggota tubuhnya.
Ketika media ini ingin mengkonfirmasi kejadian tersebut ke pihak SMAN 1 Tinada tidak berhasil ditemui karena sedang tidak berada ditempat dan hanya bisa menemui beberapa guru serta tata usaha sekolah.
Salah seorang guru membantah adanya pemukulan disekolahnya, namun menurutnya siswa tersebutlah yang lari dan menabrak gurunya yang datang menghampiri, kemungkinan kena kepalanya.
“Tidak benar itu, siswa itu yang lari dan menabrak gurunya dan mengenai kayu yang dibawa oleh oknum guru tersebut,” kata guru tersebut yang tidak disebutkan namanya ini, Jumat (03/02/2023).
Pasca hangat pemberitaan kasus kekerasan itu, pihak sekolah sudah mendatangi siswa inisial (NK) ke rumahnya untuk melakukan mediasi dan sudah melakukan pengobatan ke puskesmas Tinada.
Terpisah, Kepala Puskesmas Tinana dr Evi membenarkan jika ada pihak sekolah berobat yang membawa anak didiknya.
“Mereka datang hanya periksa kesehatan tentang keluhan demam dan batuk, itu saja pak,” timpalnya seraya menyebut tidak mengetahui tentang adanya luka memar atau pun benjolan di kepala atas sebelah kanan siswa.
Sementara itu, Komite SMAN 1 Tinada P Banurea mengaku akan melakukan croscek tentang permasalahan tersebut dan akan melakukan upaya mediasi antara pihak keluaraga siswa NK dengan pihak sekolah.
“Sekarang memang belum tapi akan kita upayakan. Saya juga belum tahu mereka sudah berdamai atau tidak,” tandas P Banurea. (BS)
![]()









Tinggalkan Balasan