Serabi Simbah Tin, Kuliner Legend Para Petani Teh Lembah Gunung Slamet Pemalang 

Kamis, 29 Mei 2025 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Bagi warga Pemalang kuliner tradisional Serabi sudah tak asing lagi dengan jajanan tradisional ini.

Cemilan berbahan dasar tepung beras tersebut,biasanya marak kita jumpai di tepian jalan pedesaan dan pinggiran kota dengan wajan mungil di atas tungku tanah liat yang khas.

Pada umumnya jajanan tradisional Serabi dimakan dengan campuran santan kelapa atau serundeng parutan kelapa, akan tetapi ada Kuliner Serabi khas Desa Cikendung, Kecamatan Pulosari, yang berbeda baik rasa atau cara menikmatinya

Serabi tawar yang dijual oleh Mbah Tin ( 70 ) warga Cikendung Krajan RT.011/02 Pulosari ini, Berbeda dengan serabi yang biasa ditemukan di Pemalang pesisir atau daerah perkotaan, dimana cara makannya menggunakan santan kelapa atau gula jawa.

“Kalau serabi Pulosari lebih enak dimakan dengan gorengan, karena kondisi cuacanya kan Pulosari dingin dekat lereng Gunung Slamet, sehingga jajanan serabi cenderung seperti makanan pokok nasi atau lontong,” ujar Imas Meilina salah seorang warga setempat ,ketika djumpai di rumahnya pada Kamis (29/5 ).

Dirinya menambahkan, ada cara unik dalam menyantap hidangan asli Cikendung Krajan ini, biasa ditemani dengan segelas teh hangat tawar dan gorengan

“Jika lazimnya serabi disajikan dengan kuah santan, beda halnya dengan kuliner buatan mbah Tin, Biasanya menyantap serabi dengan ditemani gorengan tempe dan segelas teh hangat tawar,” pungkasnya.

Dengan dibantu menantu dan anaknya, Mbah Tin nenek yang sudah berjualan selama 30 tahun lebih ini, berjualan serabi dirumahnya Setiap hari mereka sudah sibuk meracik adonan serabi tawar.

“Kalau sudah mulai masak biasanya sudah ada orang yang datang sampai pagi. Ada juga yang mengambil dagangan dari sini buat dijual keliling,” katanya.

Pelanggan serabi tawar atau serabi tempe buatannya bukan hanya warga setempat. Banyak juga warga desa lain atau bahkan dari luar Pemalang yang sengaja datang untuk sekedar membeli,

Salah satunya adalah Puput Widiharjo (28) seorang warga dari Bogor Jawa Barat, dirinya tak pernah absen mencicipi Serabi buatan Mbah Tin, jika silaturahmi ke saudaranya di Desa Cikendung,

“Serabinya memang tawar tapi sensasi cara makannya yang di cemil dengan gorengan bikin nagih terus,” ujarnya.

Pemesan juga membeli serabi tawar untuk dihidangkan pada acara tahlil dan yasinan.Masyarakat Desa Cikendung mayoritas sebagai petani, jadi Ketika sesuai subuh dan mau berangkat ke kebun, biasanya mampir beli serabi buat bekal sarapan pengganti nasi.

Baik serabi tempe maupun gorengan tempe harganya relatif murah. Satuannya hanya Rp1.000. Dalam sehari rata-rata penjual Serabi tawar atau serabi Tempe Pulosari bisa menghabiskan lebih dari 7 kilogram tepung beras dan 15 bungkus tempe .

Agar cita rasa tradisional bisa dipertahankan, gorengan pelengkap serabi dimasak menggunakan tungku kayu bakar dan memakai kayu pohon kopi. Pasalnya Kecamatan Pulosari sendiri terkenal sebagai penghasil kopi di Kabupaten Pemalang.

Serabi Tempe Kuliner Khas kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang Lereng gunung slamet.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Stadion Wiradadaha Tak Layak, Tasikmalaya Batal Jadi Tuan Rumah Liga Suratin Jawa Barat 2026
Ikhtiar Hadapi Kemarau, Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Siapkan Shalat Istisqa
JANGAN BIASAKAN PLT! Mantan Ketua DPRD Tampar Bupati: Segera Anggarkan Pilkades, Jangan Langgar Aturan
Patroli Dini Hari, Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku Pembawa Senjata Tajam
Razia Tempat Hiburan Malam di Garut, Petugas Amankan 2 Orang Positif Narkoba dan Puluhan Botol Miras
Momen Nostalgia Ummi Emil: Reuni Hangat dengan Kader Sukalaksana di Grand Final Duta GenRe
Rakorda PMII Jabar Perkuat Konsolidasi Gerakan KOPRI, Mengawal Isu Perempuan
Sedot Ratusan Peserta, Ini Dia 20 Finalis Terbaik Duta Genre Kota Tasikmalaya 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Stadion Wiradadaha Tak Layak, Tasikmalaya Batal Jadi Tuan Rumah Liga Suratin Jawa Barat 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Ikhtiar Hadapi Kemarau, Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Siapkan Shalat Istisqa

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:28 WIB

JANGAN BIASAKAN PLT! Mantan Ketua DPRD Tampar Bupati: Segera Anggarkan Pilkades, Jangan Langgar Aturan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Patroli Dini Hari, Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku Pembawa Senjata Tajam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Razia Tempat Hiburan Malam di Garut, Petugas Amankan 2 Orang Positif Narkoba dan Puluhan Botol Miras

Berita Terbaru