SAPMA PP Kota Tasikmalaya Kecam Temuan 394 Kendaraan Dinas Nunggak Pajak

Kamis, 21 Agustus 2025 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – SAPMA PP Kota Tasikmalaya, mengecam keras temuan 395 kendaraan dinas yang menunggak pajak. Ini bukan lagi sekadar kelalaian administratif, melainkan potret bobroknya tata kelola birokrasi di Kota Tasikmalaya.

Pengurus Cabang SAPMA PP Kota Tasikmalaya Acep Igin Ginanjar menyebut, ASN yang seharusnya menjadi teladan masyarakat justru memperlihatkan wajah arogan dan abai terhadap kewajiban paling dasar.

Pasalnya, pajak kendaraan dinas bukan dibayar dari uang pribadi ASN, melainkan dari anggaran daerah yang bersumber dari keringat rakyat.

“Jika sampai ratusan kendaraan menunggak, pertanyaannya: kemana anggaran itu? Mengapa sistem pengawasan begitu lemah? Dan siapa yang bermain di balik kelalaian masif ini?,’? kata Acep Igin Ginanjar, Kamis (21/08/2025).

Ironisnya, rakyat kecil dipaksa taat pajak dengan razia dan sanksi tegas, sementara pejabat yang hidup dari uang rakyat justru dilindungi meski menunggak ratusan kendaraan. Ini adalah bentuk kemunafikan birokrasi—tajam ke bawah, tumpul ke atas.

SAPMA PP Kota Tasikmalaya m menilai akar persoalan ini terletak pada Budaya permisif dan mentalitas kebal hukum di kalangan ASN, Kegagalan pengawasan internal oleh Inspektorat dan BPKAD dan tidak adanya sanksi yang membuat ASN merasa aman melanggar aturan.

Lantaran itu, Acep Igin Ginanjar menuntut langkah konkret dari Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk audit total seluruh kendaraan dinas beserta alokasi anggarannya.

Selain itu, SAPMA PP Kota Tasikmalaya meminta publikasikan secara terbuka instansi yang menunggak agar masyarakat tahu siapa yang bermain.

“Tindak tegas hingga pencopotan jabatan bagi ASN atau pejabat yang terbukti lalai dan Reformasi sistem pengawasan agar kasus serupa tidak terulang,” tegasnya.

Jika ASN tidak mampu memberi teladan dengan sekadar membayar pajak kendaraan dinas, maka ASN tersebut tidak layak disebut abdi negara. Mereka telah merusak kepercayaan publik dan menjadi beban bagi kota ini.

Acep Igin Ginanjar bersama rekan rekan SAPMA PP Kota Tasikmalaya, menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas.

“Kami tidak akan tinggal diam melihat birokrasi bermain-main dengan amanah rakyat. Pajak bukan sekadar angka, tetapi tanggung jawab moral dan bukti integritas yang harus ditegakkan!,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Ekonomi Rancage Dorong UMKM Naik Kelas, Potensi Lokal Tasikmalaya Jadi Sorotan
Sinergi Samsat Tasikmalaya dan Insan Pers, Perkuat Akses Layanan  Informasi Bagi Warga
Program Kipas Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tingkatkan Kompetensi Kader ASI Eksklusif di Cilembang
Transaksi Obat Keras Terbatas Terbongkar di Cibatu, Polisi Amankan Ratusan Butir
Hari Lantas ke 71, Satlantas Polres Jeneponto Berbagi Bansos di Binamu 
Kapolres Jeneponto Safari Subuh di Masjid Nurul Falah Rumbia, Imbau Warga Waspadai Karhutla
Tekan Defisit Stok Darah, PMI Kota Tasikmalaya Gandeng Bank Indonesia Edukasi 150 Peserta
Tewah Pupuh, Desa Berkinerja Baik Wakili Kalimantan Tengah di Tingkat Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Ekonomi Rancage Dorong UMKM Naik Kelas, Potensi Lokal Tasikmalaya Jadi Sorotan

Rabu, 16 September 2026 - 17:36 WIB

Sinergi Samsat Tasikmalaya dan Insan Pers, Perkuat Akses Layanan  Informasi Bagi Warga

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Program Kipas Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tingkatkan Kompetensi Kader ASI Eksklusif di Cilembang

Rabu, 16 September 2026 - 14:20 WIB

Transaksi Obat Keras Terbatas Terbongkar di Cibatu, Polisi Amankan Ratusan Butir

Rabu, 16 September 2026 - 14:11 WIB

Hari Lantas ke 71, Satlantas Polres Jeneponto Berbagi Bansos di Binamu 

Berita Terbaru