Ritual Manik Napatalun Perlambuken, Tradisi Ratusan Tahun Desa Sibagindar

Sabtu, 22 Februari 2025 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Lebbuh Manik Napatalun Perlambuken di desa Sibagindar, Kecamatan Pagindar melaksanakan tradisi budaya leluhur yaitu Menanda Tahun.

Ritual budaya ini telah dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu oleh marga Manik Perlambuken menjelang pembukaan perladangan (juma).

Upacara ini selalu di selenggarakan menjelang musim tanam, agar tidak menyalahi apa yang dipercaya sebagai ketentuan penguasa lebbuh.

Menanda tahun ini diawali dengan Meniti Ari (menentukan hari baik).
Setelah waktu yang baik didapatkan maka diundanglah Dengan Sibeltek, Beru dan Kula-Kula.

Alasan diundang karena masing-masing ketiga unsur tersebut memiliki proporsi masing-masing ketika ritual Menanda Tahun berlangsung nantinya.

Sebelum ritual dimulai Beru dan Kula-Kula akan membawa benih ke lokasi.
Sukut, Beru, dan Kula-Kula juga akan menangketken Lambe (Janur Kuning) di Pertataken tempat yang nantinya dipakai saat ritual.

Adapun perlengkapan wajib pada acara ini berupa ranting pohon Rube, bambu tujuh batang, Tugal, Parang Khusus atau Jenap, benih padi secukupnya, ayam kampung satu ekor, baju adat Pakpak lengkap dan Pelleng.

Melalui ritual ini akan disampaikan pesan tentang larangan dan pantangan, tentang segala hal yang harus dikerjakan, tanaman apa saja yang cocok ditanam, serta banyak pesan lainnya selama satu tahun kedepan.

Kepala desa Sibagindar Sondang Manik, S. PAK mengingatkan segenap masyarakat untuk mematuhi seluruh pesan dan larangan yang mereka dapatkan hari ini melalui manuk grrek-grrekken yang baru saja dilaksanakan.

“Mari kita patuhi seluruh pesan dan larangan yang kita dapatkan melalui manuk grrek-grrekken hari ini. Mberas Page, Lambang Dukut,” kata Sondang Manik, Jumat (21/02/225).

Dari upacara adat ini sebentuk harapan akan hasil panen masyarakat lebih melimpah dari tahun sebelumnya, serta diberikan kelimpahan berkah dan kesehatan dalam mengelola lahan pertanian, maupun dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari lainnya bagi seluruh Sukut, Berru, dan Kula-Kula.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Penculikan Bermotif Cemburu di Cikajang, Korban Disiksa Secara Sadis
RDPU Mendadak Dibatalkan, DPRD Bartim Gelar Raker Tertutup: Aset Jalan Eks Pertamina Kian Sarat Tanda Tanya
TMMD ke-128, TNI Bangun Rutilahu Milik Warga Lansia di Garut
Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Bersatu di Gedong Cai, Komitmen Jaga Sumber Air Melalui Budaya
Filosofi Hana Nguni Hana Mangke: Cara Komunitas TTD Memuliakan Alam dan Sejarah
Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Bupati Garut Tekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan Publik
Bupati Franc Temui Dirjen Bina Marga: Bahas Solusi Jalan Ekstrem Pakpak Bharat-Aceh dan Jalur Pagindar
Polsek Tanjung Bintang Ringkus 5 Spesialis Pencuri Kabel PLN, Beraksi Antar Kabupaten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Penculikan Bermotif Cemburu di Cikajang, Korban Disiksa Secara Sadis

Kamis, 23 April 2026 - 14:56 WIB

RDPU Mendadak Dibatalkan, DPRD Bartim Gelar Raker Tertutup: Aset Jalan Eks Pertamina Kian Sarat Tanda Tanya

Kamis, 23 April 2026 - 12:57 WIB

TMMD ke-128, TNI Bangun Rutilahu Milik Warga Lansia di Garut

Kamis, 23 April 2026 - 12:17 WIB

Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Bersatu di Gedong Cai, Komitmen Jaga Sumber Air Melalui Budaya

Kamis, 23 April 2026 - 12:15 WIB

Filosofi Hana Nguni Hana Mangke: Cara Komunitas TTD Memuliakan Alam dan Sejarah

Berita Terbaru

Berita terbaru

Penculikan Bermotif Cemburu di Cikajang, Korban Disiksa Secara Sadis

Kamis, 23 Apr 2026 - 17:00 WIB

Berita terbaru

TMMD ke-128, TNI Bangun Rutilahu Milik Warga Lansia di Garut

Kamis, 23 Apr 2026 - 12:57 WIB