Filosofi Hana Nguni Hana Mangke: Cara Komunitas TTD Memuliakan Alam dan Sejarah

Kamis, 23 April 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Komunitas Tasikmalaya Tempo Doeloe (TTD) turut ambil bagian dalam peristiwa budaya “Ngarumat Hulu Cai” yang digelar di Gedong Cai, Gunung Kokosan, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Rabu (22/04/2026).

Kehadiran komunitas pecinta sejarah ini membawa misi penting, menyelaraskan penghormatan terhadap akar budaya dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Mengusung prinsip filosofis Sunda kuno, “Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke” (Ada dahulu ada sekarang, tak ada dahulu tak ada sekarang), TTD menekankan bahwa kejayaan masa depan hanya bisa diraih dengan menghargai sejarah dan memelihara peninggalan leluhur (miara titinggal karuhun).

Gedong Cai Gunung Kokosan sendiri merupakan situs mata air bersejarah yang ditemukan dan dibangun sejak zaman kolonial Belanda.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, TTD melakukan reboisasi dengan menanam sekitar 5.000 bibit pohon di area hulu cai tersebut.

Ketua TTD, Nur Apandi atau yang akrab disapa Galista, menegaskan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab moral setiap individu.

“Kalau tidak ikut andil sekarang, mau kapan lagi? Selagi kita masih diberi umur. Jika tidak dipelihara oleh kita, mau oleh siapa lagi? Jika kita tidak peduli pada isi bumi, itu artinya kita sudah tidak peduli pada diri sendiri dan tidak bersyukur atas karunia Tuhan,” ujar Nur Apandi didampingi para anggotanya.

Ia menambahkan bahwa rusaknya alam seringkali berawal dari “bencana akhlak”. Manusia yang kufur nikmat cenderung abai terhadap lingkungan, yang pada akhirnya mengakibatkan krisis air dan kesengsaraan bagi manusia itu sendiri.

“Alam akan rusak, air habis, dan manusia sengsara jika akhlak kita terhadap bumi buruk. Mari kita berakhlak dengan cara ngarumat (merawat), salah satunya dengan melak (menanam). Langkah kecil hari ini akan bermanfaat besar untuk masa depan,” pungkasnya.

Aksi penanaman ini merupakan kali kedua bagi TTD setelah sebelumnya sukses melaksanakan kegiatan serupa bertajuk “Gandrung Mulasara” di Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, pada tahun 2018 silam.

Keterlibatan TTD dalam agenda yang diinisiasi oleh Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) ini membuktikan bahwa pelestarian nilai sejarah dan pelestarian alam adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Loading

Penulis : Momon

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya
Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang
O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini
Efek Donor Darah di Puskesmas Bungursari: Sehat untuk Diri Sendiri, Berkah untuk Sesama
Gandeng UPTD PPA, Media Nasional Potret Sukses Edukasi Ribuan Siswa SMAN 10 Tasikmalaya 
Seru dan Edukatif! Media Nasional Potret, Edukasi Bahaya Bullying dan Narkoba di SMAN 10 Tasikmalaya
Pembangunan SUTT 150 KV Malangbong–Karaha Bodas: Puluhan Warga Garut Mulai Terima Ganti Rugi
Salon Putri Hadir di Malangbong, Tawarkan Beragam Layanan Kecantikan Modern

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:01 WIB

Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:44 WIB

Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:46 WIB

O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:08 WIB

Efek Donor Darah di Puskesmas Bungursari: Sehat untuk Diri Sendiri, Berkah untuk Sesama

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:07 WIB

Gandeng UPTD PPA, Media Nasional Potret Sukses Edukasi Ribuan Siswa SMAN 10 Tasikmalaya 

Berita Terbaru