Tasikmalaya, MNP – Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, H. Arip Rachman S.E., M.M., melaksanakan kegiatan Reses I Tahun Sidang 2025–2026 di Aula Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah kelurahan, Lurah, Kasipem, Trantib, para ketua RT/RW, kader, ARWT, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya, Selasa (25/11/2025).
Dalam reses tersebut, berbagai aspirasi dan usulan masyarakat disampaikan secara langsung kepada H. Arip Rachman. Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi ditampung dan ditanggapi secara jujur serta terbuka mengenai kemungkinan realisasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi salah satu usulan warga terkait pembangunan masjid di sebuah kampung yang belum memilikinya, H. Arip menjelaskan bahwa bukan tidak ingin membantu, namun harus ada pemenuhan administrasi yang menjadi dasar pencairan anggaran.
“Sebetulnya kita ingin membantu, tetapi masyarakat harus menyiapkan akta notaris terlebih dahulu. Kalaupun sudah ada, hibah bansos saat ini tidak tahu kapan akan dibuka kembali oleh Gubernur Jawa Barat karena sekarang masih ditutup. Itu kewenangan gubernur, jadi kami tidak bisa memaksa,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa APBD Jawa Barat mengalami penurunan signifikan, dari sebelumnya sekitar 40 triliun menjadi 30 triliun.
Dampaknya, prioritas pembangunan difokuskan pada infrastruktur jalan, PJU, rumah tidak layak huni (Rutilahu), dan pemasangan listrik gratis.
Terkait persoalan irigasi dan program P3A, Arip menjelaskan bahwa kewenangan dibagi berdasarkan luas wilayah irigasi Kementerian untuk irigasi skala besar Provinsi untuk maksimal 3000 hektar Kota/Kabupaten untuk irigasi skala kecil.
Arip juga menyoroti banyaknya bangunan liar di bantaran sungai di Kota Tasikmalaya yang perlu ditertibkan. “Itu bukan tanah pribadi, tapi milik negara. Pesan saya, masyarakat harus taat hukum, taat aturan supaya pembangunan tidak menimbulkan masalah,” katanya.

Lurah Cipawitra, Hj. Sri Nuryeni S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kegiatan reses yang untuk pertama kalinya digelar di wilayahnya sejak ia menjabat sebagai lurah.
“Kami sangat menyambut baik. Mudah-mudahan kehadiran anggota dewan ini bisa memberikan kontribusi untuk kemajuan Kelurahan Cipawitra,” ujarnya.
Sri Nuryeni juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan di Cipawitra, di antaranya Pengembangan gedung serbaguna yang rencananya dipusatkan di kawasan Legok Pembangunan pusat olah raga dengan memanfaatkan lapangan sepak bola, serta rencana jogging track .
Selain itu, gedung kelurahan yang sudah didata kerusakannya juga diharapkan dapat segera mendapatkan perbaikan.
Kegiatan reses berlangsung lancar dan interaktif.
Aspirasi masyarakat dicatat sebagai bahan perjuangan H. Arip Rachman di tingkat provinsi, dengan harapan pembangunan di Kota Tasikmalaya, khususnya Kelurahan Cipawitra, dapat terus meningkat dan merata.
![]()









Tinggalkan Balasan