TELUK SUNGKAI, MNP – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Kuala Cenaku melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan desa serta perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Teluk Sungkai, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kecamatan Kuala Cenaku, yakni Kasi Pembangunan Andriansyah, S.E., dan Kasi Pemerintahan Muji Astuti.
Turut mendampingi Kepala Desa Teluk Sungkai Rosmizar, Ketua BPD Ghazali, Pendamping Desa, Sekretaris Desa Dedi Elpi, para kepala dusun, Direktur BUMDes Sulastri, serta Kepala Unit BUMDes Sahrial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan lapangan, tim Monev meninjau dua titik pembangunan yang bersumber dari anggaran desa. Titik pertama adalah pekerjaan penimbunan badan jalan sepanjang 25 meter dengan lebar 3 meter yang menelan anggaran sebesar Rp3.361.500. Selanjutnya, tim mengecek pembangunan jalan rabat beton dengan nilai anggaran Rp23.721.200.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa kedua pekerjaan fisik tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi yang ditetapkan.
Selain meninjau pembangunan infrastruktur, tim Monev juga mengunjungi lokasi peternakan sapi milik BUMDes yang dinilai telah menunjukkan perkembangan positif. Tim kemudian meninjau kebun hortikultura BUMDes yang mengalami gagal panen akibat terdampak banjir.
Kepala Desa Teluk Sungkai, Rosmizar, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi dari pihak kecamatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan pembangunan desa berjalan sesuai aturan sekaligus memberikan masukan bagi peningkatan pengelolaan program desa.
“Kami sangat mendukung kegiatan monitoring dan evaluasi dari Kecamatan Kuala Cenaku. Kehadiran tim Monev menjadi bentuk pembinaan sekaligus evaluasi agar pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan BUMDes semakin baik dan sesuai ketentuan,” ujar Rosmizar.
Sementara itu, Kasi Pembangunan Kecamatan Kuala Cenaku, Andriansyah, S.E., mengatakan bahwa usaha pengembangan peternakan sapi yang dikelola BUMDes telah berjalan dengan baik dan ternaknya sudah berkembang biak.
Namun, untuk sektor hortikultura yang mengalami gagal panen akibat banjir, pihaknya meminta pemerintah desa dan pengelola BUMDes agar melengkapi seluruh dokumen pendukung sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kerugian yang terjadi.
“Untuk pengembangan peternakan sapi BUMDes sudah sesuai dan menunjukkan perkembangan. Sedangkan untuk usaha hortikultura yang gagal panen karena banjir, kami meminta agar dokumentasi dan administrasi terkait dampak banjir dilengkapi dengan baik,” kata Andriansyah.
Ia juga menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, pekerjaan penimbunan badan jalan maupun pembangunan rabat beton telah sesuai dengan perencanaan, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan akses transportasi di Desa Teluk Sungkai.
Monitoring dan evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kecamatan Kuala Cenaku dalam memastikan penggunaan dana desa berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sekaligus mendorong optimalisasi pengelolaan BUMDes sebagai penggerak perekonomian desa.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan