Tasikmalaya, MNP – Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) memberikan rapor merah bagi 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
Meski diguyur hujan, namun api pergerakan mahasiswa tetap lantang menyuarakan aspirasinya demi kebenaran atas kinerja merah Viman dan Diky.
Ahmad Riza Hidayat selaku Korlap aksi mengatakan, organisasinya memberikan pernyataan sikap terhadap kondisi serta polemik yang tejadi dalam kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Massa menilai, Viman-Dicky tidak mampu dalam melaksanakan roda pemerintahan, program maupun kebijakan selama 100 hari kerja.
“Maka dengan hal tersebut HMI Cabang Tasikmalaya menyikapi berapa permasalahan yang terjadi dalam 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Walikota Tasikmalaya,” tegas Ahmad yang juga menjabat Wasekbid PTKP HMI Cabang Tasikmalaya.
Adapun tuntutan HMI Cabang Tasikmalaya diantaranya
1. Evaluasi janji politik 100 Hari kerja Wali Kota Tasikmalaya yang belum terlaksana
2. Evaluasi Kritis : Mandeknya rotasi dan mutasi ASN di Kota Tasikmalaya
3. Minimnya keseriusan pada pengeloaan sampah di Kota Tasikmalaya
4. Kurang fokus dalam pengentasan kemiskinan
5. Lemahnya Pengawasan pada peningkatan PAD Dari Retribusi Kota Tasikmalaya
6. Kurangnya Pelayanan Publik
7. Permaslaahan Pendidikan di Kota Tasikmalaya
8. Unsur Pentahelix tidak berjalan dalam ruang-ruang kebijakan.
Dengan poin diatas, HMI Cabang Tasikmalaya menilai perlu keseriusan pemerintah Wali Kota Tasikmalaya dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya dalam melaksanakan janji kampanye.
Selain itu, HMI Cabang Tasikmalaya menganggap bahwa Viman-Dicky telah gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai Wali Kota dan Wakil Wali kota Tasikmalaya selama 100 hari kerja.
Bahkan Viman-Dicky dianggap tidak ada keseriuasan dalam melaksanakan janji kampanye. Kemudian buruknya koordinasi dengan berbagai stakeholder dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program.
Diketahui, Viman sebagai Wali Kota Tasikmalaya selalu menggaungkan tentang “Pentahelix” akan tetapi pada pelaksanaannya sangat nihil dan terlihat banyak miskomunikasi dengan stakeholder pemerintahan seperti Legislatif dan Dinas terkait.
Kemudian tindakan yang dilakukan Viman-Dicky terkesan Seremonial tidak berfikir secara jangka panjang dalam mengatasi persoalan yang ada di Kota Tasikmalaya.
Dengan demikian terang kami HMI Cabang Tasikmalaya memberikan Rapor Merah kepada Viman-Dicky yang telah gagal dalam melaksanakan janji kampanye.
“Viman-Dicky telah gagal serta tidak mampu menepati janji kampanye dalam 100 hari kerja ini serta ketidakmampuan dalam merespon persoalan yang terjadi pada masyarakat kota Tasikmalaya,” pungkasnya
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan
Sumber Berita : Press Release









Tinggalkan Balasan