Tasikmalaya, MNP – Run bahasa lain dari Lari tidak lagi menjadi arti seperti yang seperti itu, akan tetapi menjadi kepanjangan Revolusi Untuk Negeri (RUN).
Terbentang dalam spanduk Siapapun yang bergetar dialah saudaraku dan mengundang Gubernur Jawa Barat KDM untuk berkunjung di Kota Tasikmalaya Karena Wali Kota Kami Sibuk Lari.
Zian selaku Korlap Aksi mengatakan bahwa pihaknya aksi Revolusi Untuk Negeri akan menjadi agenda rutin setiap hari Kamis sampai Wali Kota Tasikmalaya bisa benar benar pro kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami lagi lagi konsisten untuk terus menyuarakan aspirasi yang sampai hari ini belum terasa oleh kami sebagai masyarakat kecil, banyak ketidakadilan yang menurut kami itu adalah sebuah pengkhianatan pemerintah kepada rakyatnya,” ucapnya Kamis (28/08/2025).
Zian menyindir bahwa Viman Alfarizi dan Diki Chandra belum bisa mencontoh pergerakan dari Gubenur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.
Zian melihat fakta di lapangan contohnya Kang Dedi Mulyadi merevitalisasi sepadan sungai yang di jalan Cimulu, tetapi sebaliknya wali kota diam terhadap sempadan Sempadan di Kota Tasikmalaya, contohnya yang di Asia Plaza.
“Kenapa kami sekarang aksi teatrikal di DPRD, kami meminta pengawasan yang kolektif terhadap wali kota. Jangan sampai trust (kepercayaan) kami hilang,” tegas Zian.
Pihaknya masih tetap konsisten terhadap persoalan kesenjangan sosial yang sampai hari ini belum sama sekali terasa. Sehingga, trust atau kepercayaan hilang kepada roda kepemimpinan wali kota Tasikmalaya hari ini.
“Makanya kami akan terus menyuarakan aspirasi, selagi roda kepemimpinan viman-dicky belum terasa hanya sebatas mengingatkan janji janji politiknya dulu,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan