Tasikmalaya, MNP – Forum Komunikasi Pimpinan Ormas Tasikmalaya (FKPOT) menggelar rapat bulanan bertajuk Musremas (Musyawarah Renungan Masyarakat Ormas) di Gedung Creative Center (GCC), Jl. Dadaha No. 68, Nagarawangi, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu (25/05/2025).
Rapat dipimpin oleh Ir. H. Nanang Nurjamil (Kang NJ), Ketua Umum LSM Sajalur, dan dihadiri sejumlah pimpinan ormas, di antaranya Hartoni (LBH Pendekar Kawah Galunggung Indonesia), Rino Lesmana (LAKRI), H. Ade (FORDEM), dan Ki Sanca (GAPURA BUDAYA).
Kang NJ menyoroti belum adanya gebrakan nyata dari pasangan Walikota-Wakil Walikota Viman-Diky dalam 100 hari kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, empat program prioritas seperti Tasik Pintar, Gemas, Pelak, dan One Kelurahan One Hafidz hanya menjadi janji kosong.
“Hari ini bukan lagi Tasik Sejuta Cerita, tapi Tasik Sejuta Berita—dan banyak yang negatif,” tegasnya.
Hartoni menambahkan bahwa FKPOT harus segera mengambil langkah aksi atau audiensi kepada pejabat publik, termasuk DPRD, yang dinilai belum menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah. “Kalau DPRD diam saja, bubarkan saja!” tegasnya.

Senada dengan itu, Rino Lesmana (LAKRI) menyerukan agar FKPOT segera bersatu dan melakukan gerakan terstruktur.
“Kita wajib mengontrol kinerja pemerintah daerah karena dilindungi UU No.17 Tahun 2013 tentang Ormas,” ujarnya.
Menutup rapat, Kang NJ menyampaikan bahwa permasalahan Kota Tasikmalaya tidak akan selesai jika pemerintah alergi terhadap aspirasi ormas. “Ormas adalah bagian dari suara rakyat,” pungkasnya.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan