Barito Timur, MNP – Disposisi yang diberikan oleh Pj. Bupati Barito Timur, Indra Gunawan kepada 3 oknum wartawan dari 3 Media dengan nilai fantastis memicu aksi damai Puluhan wartawan yang bertugas di kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (15/08/2024).
Kesenjangan nilai kontrak advertorial yang berkisar kurang lebih 10 juta per tahun untuk puluhan media, sementara 3 media lainnya mendapat disposisi pada anggaran APBD Perubahan/ABT dengan nila kontrak 100 juta lebih per media, dirasa mengabaikan azas yang berkeadilan.
Adapun 7 poin tuntutan puluhan wartawan sebagai berikut;
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Kami meminta DPRD Kabupaten Barito Timur menjalankan fungsi pengawasannya dengan memanggil Pj Bupati serta Kepala Dinas Kominfosantik Barito Timur untuk mempertanyakan dasar acuan Pj. Bupati Barito Timur memberikan disposisi anggaran APBD Perubahan/ ABT bagi 3 Media Baru yakni Klik Barito, Ayo Kalteng dan Jurnalispost.
2. Kebijakan Pj Bupati Barito Timur memberikan disposisi bagi 3 media dengan nilai fantastis yakni 400 juta kami nilai sebagai kebijakan yang tidak populer dan tidak mencerminkan azas yang berkeadilan. Oleh karenanya kami dengan tegas menuntut agar anggaran untuk 3 media dengan nominal 400 juta tersebut DIBATALKAN.
3. Kami menuntut komitmen Diskominfosantik agar setiap media baru harus magang selama 2 tahun sebelum mengajukan kontrak kerjasama Advertorial.
4. Kami menilai terjadi kesenjangan yang mencolok dalam kontrak advertorial. Oleh karenanya kami menuntut Diskominfo Barito Timur agar melakukan telaahan berkesesuaian dan bisa berlaku adil dalam hal nilai kontrak kerjasama per- media termasuk transparansi waktu untuk pengajuan kontrak.
5. Kami juga menuntut, agar media yang menjalin kerjasama dengan Diskominfosantik Barito Timur memiliki legal standing dan susunan redaksi yang jelas.
6. Kami dengan tegas menyatakan bahwa tiga oknum dari 3 Media dan Pj. Bupati yang mengeluarkan kebijakan kontroversial yang berujung gaduhnya wartawan di Barito Timur agar angkat kaki dari Kabupaten Barito Timur.
7. Tolong Pak Mendagri Tito, Ambil dan Tarik Pj Bupati Yang Obrak – Abrik APBD Bartim Dengan Membuat Kebijakan Tak Berkeadilan.

Aksi damai tersebut menjadi demo yang pertama kalinya dilakukan para wartawan di Kalimantan Tengah ditengah momen HUT ke- 22 Barito Timur dan menyambut HUT ke -79 Barito Timur yang seharusnya para insan pers sebagai pilar ke 4 diperlakukan adil, namun sebaliknya tidak menerima keadilan dari sebuah kebijakan.
Sebelumnya diberitakan. Puluhan wartawan yang bertugas dan berdomisili di wilayah Kabupaten Barito Timur,. Provinsi Kalimantan Tengah, geruduk kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfisantik) setempat, Selasa 6 Agustus 2024.
Tujuan puluhan para kuli tinta ini untuk mengajukan penambahan anggaran kontrak atau Advertorial di Anggaran Pendapatan Balanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2024, disambut langsung oleh Kepala Diskominfisantik, Dwi Aryanto didampingi Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Wayan Cakra.
Saat disampaikan maksud dan tujuan untuk mengajukan penambahan anggara APBD Perubahan, namun dijawab Kepala Diskominfisantik Anggran Perubahan tahun ini memang dibahas lebih awal dan sudah selesai, jadi tidak ada lagi pengajuan penawaran untuk anggaran perubahan.
“Ada 14 media yang mengajukan di Anggaran Biaya Tambahan (ABT) / Perubahan, 11 media mengajukan langsung ke kami di Diskominfisantik dan 3 media langsung mendatangi Penjabat (Pj) Bupati Barito Timur dengan nilai bervariasi, rata-rata diatas Rp. 100 Juta”, jelas Dwi.
Dilanjutkannya, oleh Pj Bupati disposisi dan disposisi Pj masuk ke kami, supaya bisa dimasukan ke Anggran Biaya Tambahan (ABT) / APBD Perubahan.
“Kami bikin telaahan staf untuk 14 media tersebut sesuai isi permohonan, awalnya anggaran ABT untuk media sebesar Rp. 400 Juta akan dibagi 14, tiga oknum wartawan atau pemilik media (KB), (AK) dan (JP) merasa nilai Rp. 400 Juta tersebut hanya untuk tiga media tersebut”, ungkap Dwi.
Akhirnya ditambah lagi Rp. 100 Juta untuk menambah yang Rp. 400 Juta sehingga totol nilai Anggran perubahan untuk Advertorial media menjadi Rp. 500 Juta.
“Dari nilai Rp. 500 Juta tersebut pembagiannya, Rp. 400 Juta untuk 3 media dan sisanya Rp. 100 Juta untuk 11 media yang sudah mengajukan, dengan masing-masing dibawah 10 hingga Rp. 10 Juta”, jelas Dwi.
Sementara Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Barito Timur Boy Tanriomato menyampaikan, pada hari ini saya bersama kawan-kawan wartawan mengunjungi Kominfo untuk klarifikasi terkait kontrak media pada anggaran perubahan kita tidak tahu bahwa ada penawaran beberapa wartawan lainnya yang memasukan penawaran ke Pemkab Bartim dengan anggaran yang cukup fantastis.
“Tadi sudah dijelaskan Kadis Kominfo memang ada 3 media mengajukan penawaran kontrak yang didisposisi Penjabat (Pj) Bupati Bartim dengan angka sangat fantastis, yang kita tahu selama ini kalau ditanya ke dinas terkait, anggaran media milik wartawan selalu tidak cukup.
Selanjutnya kita akan segera menghadap Pj. Bupati Bartim untuk mempertanyakan perihal ini, ada apa wartawan daerah dianak tirikan hingga wartawan luar yang masuk dengan seenaknya mau mengobrak abrik Bartim sehingga bisa dapat kontrak besar salam anggaran perubahan bulan lalu.
Saya berharap Pj. Bupati biaksana, jangan tebang pilih untuk mendisposisikan penawaran kontrak wartawan Bartim daripada wartawan luar daerah di Gumi Jari Janang Kalalawah.
Ditambahkan Ahmad Fahrizali, wartawan yang sejak 2010 bertugas di Barito Timur, selam ini kita terima dengan kontrak Advertorial senilai, 10 hingga 15 Juta dalam setahun, kita terima kalau itu memang untuk semua media, untuk media besar seperti Kalteng Pos, Tabengan, Antara dan lainnya, kita maklumi lah dengan nilai lebih.
“Sementara 3 media ini bahkan dua diantaranya baru dibuat di tahun 2024 ini, bahkan dari anggaran perubahan bukan dari anggaran murni, nah sekarang hebatnya 3 media ini apa, apakah memang melebihi dari sekelas media Nasional Antara atau Kalteng Pos”, tutur Ahmad
Ini sama juga kalau ibarat makan itu mau kenyang sendiri dan membiarkan teman sesama kuli tinta kelaparan, saya sangat kecewa, harapan saya Kepala Diskominfisantik dan Pj. Bupati Barito Timur bisa bersikap bijak menanggapi permasalahan ini,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Adi Suseno
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan