JAWA TIMUR, MNP – Gunung Bromo, ikon wisata Jawa Timur setinggi 2.392 mdpl, menyuguhkan panorama menakjubkan di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Destinasi wisata ini terkenal dengan fenomena golden sunrise, lautan awan, hamparan lautan pasir (Pasir Berbisik), kawah aktif, Padang Savana (Bukit Teletubbies) dan View Gunung Semeru yang menakjubkan.
Lokasinya berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menuju ke sana, wisatawan biasanya menyewa Jeep 4×4 atau motor trail karena medannya yang ekstrem dan berpasir. Meski banyak juga yang menggunakan motor matic atau motor biasa ,tapi sangat beresiko.
Spot wisata utamanya adalah Kawah Bromo & Pura Luhur Poten: Kawah aktif yang bisa dicapai dengan menaiki tangga.
Di kaki gunung terdapat pura sakral umat Hindu Tengger.Lautan Pasir & Bukit Teletubbies.
Hamparan padang rumput hijau luas yang berpadu sempurna dengan pemandangan pegunungan, golden sunrise dan sunset Bromo.
Untuk menikmati matahari terbit (sunrise) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, terdapat beberapa pilihan spot terbaik. Umumnya, matahari terbit muncul antara pukul 04.30 hingga 05.30 WIB.
Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat terbaik untuk melihat sunrise di Bromo:
1. Bukit Cinta ( Lemah Pasar)
Berlokasi di jalur menuju Pananjakan. Spot ini berada di ketinggian 2.680 mdpl, sangat cocok jika Anda mencari suasana yang lebih tenang dan romantis dengan latar belakang pegunungan Tengger.
2. Seruni Point (Pananjakan 2)
Terletak di Cemoro Lawang pada ketinggian sekitar 2.470 mdpl. Dari tempat ini, Anda bisa melihat pemandangan menawan mirip Great Wall dengan sudut pandang yang sangat ideal bagi para fotografer.
3. Bukit Kingkong (Bukit Kedaluh)
Berada di ketinggian 2.600 – 2700 mdpl. Spot ini sedikit lebih rendah dari Pananjakan 1 namun memiliki area pandang yang luas dan biasanya tidak terlalu padat.
Persoalan padat, tenang dan tidak macet akhirnya bergantung pada kapan kita berwisata dan di jam berapa kita sudah berada di lokasi.
Jadi tiap lokasi, tiap waktu akan berbeda momentnya. yang pasti Gn. Bromo ,lautan awan, lautan pasirnya akan tetap mempesona.
Kapanpun Bromo tetap Indah dan Cantik dengan Panoramanya, tetapi pasca musim penghujan suasana Bromo menjadi hijau kembali dengan kesuburan tanah pegunungan rumput dan perdu bertunas melapisi setiap kontur di kawasan Gunung Bromo.
Sedangkan saat kering dominasi warna coklat meliputi lautan pasir Bromo dengan kesan berada di hamparan luas gurun pasir.
Gunung Bromo memiliki dua versi yang berbeda saat kemarau atau musim hujan karena pengaruh vegetasinya.
Waktu Terbaik untuk Pemandangan & Fotografi (Mei – Agustus). Kelebihannya: Bulan-bulan ini dianggap sebagai puncak musim kemarau di mana cuaca sangat stabil.
Wisatawan akan mendapatkan sunrise yang paling spektakuler dengan latar belakang langit bersih.
Waktu paling lengang untuk menghindari Keramaian dan kemacetan di jalur, hindari musim liburan.
Area Gunung Bromo akan sangat padat dan berpotensi macet selama musim liburan sekolah (Juni – Juli, pertengahan Desember – awal Januari) serta libur nasional/long weekend.
![]()
Penulis : Ahmad Sofwan
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan