Barito Timur, MNP – Kurang lebih dua puluh Wartawan yang bertugas di Kabupaten Barito Timur yang tergabung dalam Forum Wartawan Barito Timur (Bartim), mengancam akan melakukan aksi demo damai jilid dua.
Hal itu terkait polemik adanya tiga oknum wartawan yang memonopoli Anggaran Biaya Tambahan (ABT) pada.APBD perubahan tahun 2024 sebesar Rp400 Juta.
Namun sebelum melakukan aksi, Forum Wartawan Barito Timur terlebih dahulu secara resmi bersurat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Timur pada Jumat 27 September 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Itu dilakukan dipicu atas adanya polemik yang berkembang terkait dugaan adanya kontrak ABT tahun 2024 yang di monopoli oleh tiga oknum wartawan yakni Klik barito, Ayo Kalteng (ka biro wartawan Kalteng Pos) dan Jurnalis Pos.
Koordinator Forum Wartawan Barito Timur, Yulius Yartono dalam keterangannya mengungkapkan surat yang dilayangkan oleh Forum Wartawan ini karena kekhawatiran mereka terhadap indikasi adanya ketidakprofesionalan dan penyalahgunaan kewenangan oleh penjabat Bupati Bartim terkait pengelolaan ABT sebesar Rp400 juta yang hanya diberikan kepada tiga media tertentu (Klik barito, Ayo Kalteng, Jurnalis Pos red).
Yuliius menyatakan bahwa tindakan ini tidak hanya mencoreng nama baik profesi wartawan, tetapi juga berpotensi merusak hubungan antara media dan pemerintah daerah yang selama ini terjalin dengan baik.
“Kami merasa perlu menyampaikan surat resmi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap marwah profesi wartawan yang harus dijaga dengan baik,” kata Yulius.
“Keterlibatan oknum wartawan dalam polemik kontrak ABT 2024 ini sangat disayangkan karena berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pers,” ujarnya lagi.
Menurut Yulius, dana ABT tersebut, seharusnya dikelola secara adil, transparan dan profesional, dengan mengedepankan etika jurnalistik serta mematuhi peraturan yang berlaku. Forum Wartawan juga meminta agar Pemkab Barito Timur dan DPRD segera menindaklanjuti permasalahan ini.
“Oleh karena itu, dari forum Wartawan Barito Timur telah menyampaikan pernyataan sikap kepada Pemkab dan DPRD Bartim sebagai berikut:
“Kami meminta kepada Pj Bupati Bartim agar melakukan pergantian kepala DiskominfoSantik dan kepala bidangnya dengan pejabat yang bisa bekerja profesional dan berlaku adil,” pintanya.
“Selain itu kami dari Forum Wartawan Bartim meminta agar kontrak kerja sama Advertorial bagi 4 (empat) media yakni Klikbarito, Ayo Kalteng, Kalteng Pos dan Jurnalis Pos ditiadakan,” tegas Yulius.
Dalam Surat tersebut itu juga, meminta agar kedepan, pengelolaan kontrak advertorial antara media dan pemerintah dilakukan dengan lebih selektif dan terbuka, guna menghindari praktik-praktik yang bisa mencederai prinsip independensi pers.
“Forum Wartawan berharap, permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik tanpa mengorbankan kredibilitas profesi wartawan,” pungkas Yulius.
![]()
Penulis : Yartono/Adi Suseno
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan