Tasikmalaya, MNP – Keberadaan Situ Gede Kota Tasikmalaya sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, karena aliran airnya bisa digunakan sebagai irigasi mengaliri kolam ikan dan sawah milik warga.
Namun, akhir akhir ini warga mengeluhkan kerusakan drainase irigasi lantaran saluran dari base airnya itu sudah rusak tidak bisa diperbaiki buka tutupnya.
Akibatnya, volume air yang mengalir dari irigasi terkadang tidak normal dikarenakan sampah yang menyumbat aliran irigasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak heran, kolam ikan warga mengalami cepat surut kekeringan, bahkan ikan ikannya pun banyak yang mati kekurangan pasokan air.
Seperti yang diutarakan Nurhadi S.E warga Ketua Rw 05 Mani’is Kelurahan Linggajaya Kec Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Minggu (15/06/2025).
Dijelaskan, sebagian masyarakat yang membutuhkan air untuk sawah/kolam ini suka khawatir karena tutup buka pintu air rusak.
Warga sudak meluruskannya ke pihak Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Ciwulan-Cilaki, katanya anggarannya sudah ada dan diajukan namun nunggu musim kemarau.
“Alhamdulillah ada wacana sudah pakai jaring dan basenya di ganti semua bukan cuma titik maniis tapi seluruh titik Gadog Mani’is Pendeuy seluruh titik yang ada di Situ Gede,” jelasnya.
Tapi, untuk saat ini warga minta solusi dari pemerintah bagaimana caranya supaya jalur aliran air air lancar ke Maniis Tundagan yang sudah sepuluh tahun menjadi masalah.
Tidak hanya itu, biang kerok terhambatnya aliran air karena banyak sampah yang menyumbat sehingga aliran tidak maksimal.
“Makanya saya minta ke Balai PSDA Ciwulan-Cilaki ada kebersihan rutinitas minimal satu bulan sekali, kalau misal ada sampah tidak banyak mungkin akan lancar, bukan kurang di perhatikan lagi bahkan tidak di perhatikan,” cetus Nurhadi.
Pasalnya, warga sudah hampir enam bulan gotong royong hanya begini begini saja, tidak ada tindakan untuk kebersihan dari pihak PSDA.
“Harapan kami ingin ada saling, sekali kali dinas tolonglah istilahnya ada kerja untuk merawat Situ Gede, bukan hanya untuk retribusi saja yang di ambil, tapi perawatan,” katanya.
Warga sebenarnya menunggu pihak pemerintah atau PSDA untuk bermusyawarah rembuk bersama, tapi sampai detik ini tidak ada,
Makanya warga meminta tolong bantu dengan ketegasan pemerintah, karena masyarakat sudah mengajukan pamflet ke dinas pariwasata PSDA terkait himbauan untuk tidak buang sampah sembarangan, tapi sampai saat ini tidak ada.
“Padahal pengajuan sudah dari 1/2 bulan yang lalu, tolong di tindak lanjuti sama pihak terkait untuk terjun ke lapangan lihat cek kondisi langsung, bukan berdasarkan informasi oke bos, oke beres,” tutur Nurhadi.
Aep salah satu pemilik kolam warga Maniis membernarkan kondisi minimnya pasokan air, khawatir ikan di kolam mati.
“Aliran airnya kurang lancar karena tersumbat dengan banyaknya sampah. Tolong sampah harus dibersihkan rutin jangan membuang sampah sembarangan karena danau Situ Gede bukan tempat sampah,” pungkas Aep.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan