Proyek Rabat Beton di Pekon Waygelang Diduga Jadi Ajang Cari Untung 

Selasa, 26 Desember 2023 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggamus, MNP – Adanya dugaan pembangunan rabat beton yang tidak memenuhi standar dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) seakan-akan membuka kran baru tentang kebobrokan pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD).

Kali ini muncul dugaan miring kesemrawutan pengelolaan keuangan Pekon yang dilakukan oleh Pemerintah Pekon Waygelang Kecamatan Kota Agung Barat Kabupaten Tanggamus.

Berdasarkan hasil penelusuran awak media dan bukti serta keterangan dari berbagai narasumber yang berhasil dihimpun, Pemerintah pekon, diduga mencari keuntungan yang lebih besar dari anggaran dana desa (ADD).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampaknya bukan hanya merugikan ukah negara, pasalnya berpotensi merugikan warga masyarakat Dusun Rawarejo Waygelang karena kualitas yang otomatis tidak maksimal.

Diketahui, Pemerintah Pekon Waygelang kecamatan Kota Agung Barat merealisasikan pembangunan Rabat Beton jalan sepanjang (300×1.5Mx0.12) di Dusun Rawarejo Waygelang.

Namun, dalam penggunaan anggaran dana desa tersebut diduga kuat ada permainan material yang tidak sesuai sehingga ada kekurangan volume, belum lagi kualitas pembangunan rabat beton itu sendiri disinyalir yang tidak sesuai ketentuan.

Salah satu warga Dusun Rawarejo membeberkan dugaan permainan patgulipat oknum yang menjadikan aji mumpung dana pemerintah untuk kepentingan pribadi atau golongan.

“Ya benar, ada indikasi kuat dugaan proyek pembangunan jalan di dusun kami ini yang tidak becus terkesan mencari keuntungan yang lebih besar,” cetus warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (26/12/2023).

Pasalnya lanjut sumber, terlihat dari bangunan jalannya saja sangat jauh dari hasil yang warga harapkan.

“Sangat tidak sesuai dengan RAB atau anggarannya terlihat jelas volumenya ada kekurangan, bahkan kualitasnya juga sangat tidak masuk akal,” keluhnya.

Senada, sumber lain dari warga Rawarejo Waygelang juga mengkritik pembangunan rabat beton yang dinilai jauh dari harapan masyarakat.

“Jalan ini di kerjakan kurang lebih lima belas hari yang lalu, belum begitu lama tapi lihat saja hasil pekerjaannya,
kelihatannya saja seperti rapih namun bila di kikis pakai ranting saja, aduhh bisa habis tu,” ungkap warga ini yang minta namanya tidak dipublikasikan.

Menurut dia, sudah selayaknya hal seperti ini di laporkan untuk diproses secara hukum, karena bukan hanya merugikan negara, tapi juga masyarakat.

Sebab, jika jalan tersebut dibangun dengan benar dan direalisasikan dengan baik, hal itu akan sangat membantu roda perekonomian masyarakat.

“Juga otomatis mendukung program pembangunan pemerintah pusat dalam hal pemerataan yang memang sudah mutlak milik masyarakat,” tegasnya.

Sampai berita ini diterbitkan Awak media sedang mencoba dan belum berhasil mengkonfirmasi ke pihak kepala pekon Waygelang.

Loading

Penulis : Mirhan Samsi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut
Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru
Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar
Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi
Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah
Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan
Tangkap Pembobol Rumah di Kalianda, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor Sekaligus
Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:02 WIB

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:10 WIB

Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:28 WIB

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Berita Terbaru

Berita terbaru

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Kamis, 16 Jul 2026 - 13:28 WIB