TASIKMALAYA, MNP – Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mengakselerasi program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Berlangsung di Aula Kecamatan Bungursari pada Selasa (1/9/2026), Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan menyampaikan bahwa gerakan menekan angka ATS yang dimulai sejak rapat koordinasi 7 Agustus lalu menunjukkan capaian yang sangat positif.
Dalam kurun waktu satu bulan, Kota Tasikmalaya berhasil memperbaiki peringkatnya secara signifikan. Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, posisi Kota Tasikmalaya dalam daftar daerah dengan jumlah ATS kini berada di urutan ke-6 dari sebelumnya peringkat ke-22 (makin bawah peringkat, kondisi makin membaik).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari total 7.520 anak tidak sekolah yang terdata untuk diverifikasi, sebanyak 4.470 anak telah berhasil diverifikasi dalam waktu satu bulan. Saat ini, tersisa 3.050 anak yang masih dalam proses verifikasi lapangan.
“Alhamdulillah, dari proses tersebut sebanyak 2.764 anak sudah aktif kembali bersekolah. Verifikasi ini mendalam karena menyisir berbagai kondisi, mulai dari data Dapodik yang belum terupdate, anak yang pindah domisili, hingga anak yang benar-benar putus sekolah karena bekerja atau kendala biaya,” ujar Viman.
Ia menargetkan seluruh data 7.520 ATS dapat tervalidasi penuh pada bulan Oktober mendatang. Jika penanganan berjalan optimal, hasil ini akan menjadi kado terindah pada Peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya di bulan Oktober.
Apresiasi khusus diberikan kepada Kecamatan Bungursari yang tercatat sebagai wilayah dengan progres pendataan dan verifikasi tercepat di antara 10 kecamatan yang ada.
Dari 185 data awal di Bungursari, sebanyak 177 anak telah selesai diverifikasi, dan 11 di antaranya dipastikan sudah tersalurkan ke pusat pendidikan non-formal (PKBM) serta pelatihan tata rias.
Keberhasilan ini, menurut Wali Kota, merupakan buah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pendidikan, unsur kewilayahan, Kementerian Agama, hingga tokoh masyarakat. Pengawalan ketat dilakukan melalui evaluasi berkala berupa rapat koordinasi mingguan dan bulanan.
Wali Kota menegaskan bahwa penanganan ATS merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, solusi utama pengentasan kemiskinan jangka panjang adalah intervensi melalui pendidikan. Pendidikan membuka akses lapangan kerja dan mampu mengubah budaya.
“Oleh karena itu, penanganan ATS ini menjadi PR utama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Mon's
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan