Tasikmalaya, MNP – PMII Rayon Syekh Abdul Muhyi, Komisariat INU Tasikmalaya, menyelenggarakan Sekolah Pendidikan Kritis Ke-1.
Kegiatan tersebut sebagai upaya konkret membangkitkan daya pikir kritis dan peran sosial mahasiswa di tengah arus pendidikan yang makin pragmatis dan kering dari kesadaran sosial.
Pelaksanaannya digelar pada 28–29 Juni 2025 bertempat di Kampus 2 Dokar 47 INU Tasikmalaya dengan mengusung tema besar “Membangun Kesadaran Kritis Menuju Pendidikan yang Humanis.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama dua hari penuh, kader-kader PMII dari berbagai tingkatan terlibat aktif dalam rangkaian sesi materi, refleksi, dan dialog intensif yang diisi oleh para tokoh akademisi, penulis, dan aktivis keislaman.
Beberapa pemateri di antaranya KH. Dr. Fauz Noor, M.Ag. – Pengasuh Ponpes Fauzan, Akademisi, Penulis Dr. H. Hasan Al As’ari, M.H. – Akademisi dan Penulis Mytfah Farid, S.IP. – Sekretaris IKA PMII Kota Tasikmalaya, Ilham Muadz Barokah, S.Sos. – PKC PMII Jawa Barat, Ilham Abdul Jabar, S.Kom. – Founder Aswaja Center Kota Tasik dan Muamar Khadafi, S.Pd. – Bidang Keagamaan PC PMII Tasikmalaya.
Ketua pelaksana, Acep Igin Ginanjar, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penyadaran kolektif atas pentingnya gerakan mahasiswa yang tidak hanya sibuk pada agenda rutin, tapi mampu menghadirkan kritik, kesadaran ideologis, dan keberpihakan pada nilai-nilai keadilan.
Acep menyebut, Sekolah Pendidikan Kritis bukan sekadar forum belajar, melainkan tempat kami menyemai keberanian untuk berpikir dan bertindak.
“Kami ingin kader PMII tidak hanya tumbuh sebagai organisatoris, tapi juga sebagai intelektual yang berpihak dan membebaskan,” ujar Acep.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran pengurus PMII di tingkat komisariat dan cabang, seperti Ketua Komisariat PMII INU Tasikmalaya Lutfi Assidiqi, S.H., Ketua Rayon Syekh Abdul Muhyi Deri Andriansah, serta Ketua Cabang PMII Kota Tasikmalaya Ardiana Nugraha, S.Sos.
Melalui kegiatan ini, PMII Rayon Syekh Abdul Muhyi berharap bisa memperkuat basis intelektual kader agar terus tumbuh menjadi agen perubahan, yang tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga di ruang-ruang sosial dan pengabdian masyarakat.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan