Petani Menjerit, Puluhan Hektar Sawah di Kota Tasikmalaya Terancam Gagal Panen

Jumat, 31 Mei 2024 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Puluhan hektar sawah di wilayah kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari kota Tasikmalaya dipastikan gagal panen.

Hal itu akibat dari kondisi padi yang primordiumnya atau proses sedang berbuah mati seketika dengan kondisi batang dan daunnya menjadi kering dan terlepas dari akarnya.

Dugaan sementara, kondisi tersebut lantaran adanya serangan hama wereng coklat atau unsur hara yang mengalami kerusakan. Dari peristiwa itu para petani bukan saja akan mengalami kegagalan melainkan kerugian yang cukup besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Tatang Sutarman selaku Koordinator Daerah KMP Suta Nusantara Tasikmalaya mengatakan, selain curah hujan yang tidak menentu serta suhu panas yang tinggi, sedikit banyaknya akan mempengaruhi terhadap munculnya gangguan pada kondisi tanaman.

“Seharusnya hal tersebut dapat diantisipasi apabila pihak Dinas Pertanian, pihak PPL dan KTNA serta Gapoktan berkolaborasi dengan pihak masyarakat secara intenitas dan turun tangan kelapangan, tidak sekedar memberikan teori di ruangan kantor saja,” jelas Tatang saat melihat lahan persawahan tersebut, Kamis, (30/05/2024).

Pria yang akrab disapa Tatang Toke ini mempertanyakan peran dan tanggung jawab dari instansi terkait, dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPP).

“Posisi dinas kan mempunyai kewenangan dan tanggung jawab pada ketersediaan pangan di kota Tasikmalaya, seharusnya dapat melakukan restorasi terhadap lahan lahan produktif yang saat ini unsur haranya telah mengalami kerusakan,” cetusnya.

Di tempat terpisah salah seorang petani yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan hal tersebut, bahwa mereka dipastikan mengalami gagal panen dan akan merugi besar.

“Kerugian kami sebagai petani disamping gagal panen dan harga pupuk mahal, mending lamun (kalau) mahal teh gampang meli pupukna, keur mahal teh hese (sudah mahal susah lagi), untuk itu kami sebagai petani tolong pupuk perhatikan agar bisa mencukupi para petani yang tinggal daki,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Inspektorat Bartim Kebut Hitung Kerugian Negara Kasus Perumdam Tirta Janang, Target Tuntas Desember 2026
GAPURA Tuding Pemkot Tasikmalaya Tumpul Pengawasan: Ruko Pasar Cikurubuk Disulap Jadi WC Umum Berbayar
PUTR Ungkap Alih Fungsi Ruko Jadi WC Umum Berbayar, Gapura Desan Pemkot Tasik Tutup Operasional
Hujan Picu Longsor di 16 Desa Kabupaten Tasikmalaya, Akses Jalan Terganggu
Pemkab Tasikmalaya Siapkan Optimalisasi Eks Kantor Setda di Kota Tasikmalaya
Pemkab Tasikmalaya Perpanjang SPK 4.474 PPPK Paruh Waktu, Bupati Tekankan Kemudahan Layanan Kepegawaian
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN UP3 Tasikmalaya Salurkan Bantuan Usaha untuk Warga Panglayungan
Desa Dirgahayu Genjot Penerimaan PBB, Realisasi Capai 70 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:55 WIB

Inspektorat Bartim Kebut Hitung Kerugian Negara Kasus Perumdam Tirta Janang, Target Tuntas Desember 2026

Selasa, 3 November 2026 - 13:27 WIB

GAPURA Tuding Pemkot Tasikmalaya Tumpul Pengawasan: Ruko Pasar Cikurubuk Disulap Jadi WC Umum Berbayar

Selasa, 3 November 2026 - 13:25 WIB

PUTR Ungkap Alih Fungsi Ruko Jadi WC Umum Berbayar, Gapura Desan Pemkot Tasik Tutup Operasional

Selasa, 3 November 2026 - 13:03 WIB

Hujan Picu Longsor di 16 Desa Kabupaten Tasikmalaya, Akses Jalan Terganggu

Selasa, 3 November 2026 - 12:58 WIB

Pemkab Tasikmalaya Siapkan Optimalisasi Eks Kantor Setda di Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru