Persoalan Teknis Jadi Sorotan, Program MBG di Kota Tasikmalaya Perlu Dibenahi

Selasa, 12 Agustus 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau yang lebih dikenal dengan makan siang gratis, salah satu program unggulan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, kini mulai berjalan di sejumlah wilayah Kota Tasikmalaya.

Meski disambut positif oleh masyarakat, pelaksanaan program ini di lapangan diduga menghadapi sejumlah persoalan teknis yang menjadi sorotan, Selasa (12/08/2025).

Ketua Purna Institut sekaligus Pemerhati Kebijakan Kota Tasikmalaya, Irfan Ramdani, S.Pd., menilai bahwa kendala teknis ini perlu segera dibenahi agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.

Menurutnya, di Kota Tasikmalaya memang sudah ada beberapa sekolah yang menikmati manfaat program MBG, namun belum menjangkau seluruh sekolah. Hal ini terkendala oleh jumlah dapur MBG yang masih terbatas.

Dijelaskan Irfan, hari ini beberapa dapur sudah berdiri, tapi ada beberapa kendala teknis, salah satunya pengaturan penerima manfaat yang seolah saling berebut.

“Tanda tangan kepala sekolah tidak lagi berbicara soal teritorial atau lokasi yang lebih dekat dengan dapur. Misalnya, Dapur Cilembang mengambil sekolah di Kecamatan Cipedes, Dapur Mangkubumi mengambil sekolah di Kecamatan Cihideung,” ujar Irfan,

Dirinya menilai, kondisi seperti ini menunjukkan adanya ketidakjelasan koordinasi. “Ini kurang baik, bahkan ada salah satu ormas keagamaan mengkondisikan sejumlah sekolah yg seharusnya menjadi kewenangan kepala sekolah, entah ada kepentingan pribadi atau lembaganya,” bebernya.

Irfan berharap ada pihak yang mengatur agar dapur MBG yang sudah berdiri memiliki kualitas dan kuantitas yang sama.

“Walaupun ada ketentuan maksimal jarak 5 km, tetap ada potensi sekolah ‘bermain mata’ dengan pemilik dapur demi memuluskan jumlah maksimal penerima manfaat sebanyak 4.000 orang,” pungkasnya.

Program MBG diharapkan menjadi solusi pemerataan gizi bagi anak sekolah, namun tanpa pengawasan dan pengaturan yang jelas, dikhawatirkan justru menimbulkan masalah baru dalam distribusi manfaatnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten
Hari Bhayangkara ke-80, Sat Polair Polres Lampung Selatan Gelar Khitan Massal dan Donor Darah
Disdukcapil Jeneponto Rampungkan Pemadanan 13 Ribu Data KRS, Ini Rincian Hasilnya
Polres Pakpak Bharat Ringkus Dua Pria Pengedar dan Pengguna Sabu di Sibande
Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai
Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid
Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?
Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:02 WIB

Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:47 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Sat Polair Polres Lampung Selatan Gelar Khitan Massal dan Donor Darah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:27 WIB

Disdukcapil Jeneponto Rampungkan Pemadanan 13 Ribu Data KRS, Ini Rincian Hasilnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:17 WIB

Polres Pakpak Bharat Ringkus Dua Pria Pengedar dan Pengguna Sabu di Sibande

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:44 WIB

Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai

Berita Terbaru