Pergeseran Budaya, Tradisi Berkirim Makanan Jelang Puasa di Pemalang Hampir Hilang

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNPTradisi berkirim makanan atau hantaran makanan (sering disebut juga ater-ater) menjelang puasa Ramadan sudah mengalami pergeseran dan cenderung berkurang.

Terutama terjadi di wilayah perkotaan, padahal dibandingkan dengan masa lalu dimana tradisi ini sangat kental dilaksanakan oleh warga.

Akan tetapi secara keseluruhan di Pemalang, tradisi menyambut datangnya bulan Ramadan tidak sepenuhnya hilang, melainkan bertransformasi atau bertahan dalam bentuk lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tradisi Megengan masih dilakukan oleh sebagian masyarakat kota bercorak agamais ini. Megengan sendiri berasal dari kata amengan atau menahan.

Di beberapa pasar Tradisi Likuran masih banyak dijumpai, dengan adanya beberapa penjual Serabi kecil atau Serabi Likuran, khususnya 10 hari terakhir Ramadan. Banyak pedagang Serabi di jumpai menjual makanan khas bulan Ramadhan.

Menurut Sumedi, Warga kelurahan Bojongbata, kecamatan Pemalang menuturkan, jika Tradisi Hantaran makanan jelang puasa, sudah tidak ada, diganti dengan Selamatan di mushola atau Masjid.

“Jelang Ramadhan warga bawa makanan kebanyakan nasi bungkus,kemudian diserahkan pengurus Musholla, setelah terkumpul kemudian warga berdoa bersama, kemudian makanan tersebut dibagikan kembali ke warga,” tuturnya, Selasa (10/2).

Meskipun tradisi hantaran makanan ke tetangga Jelang Ramadhan berkurang, akan esensi berbagi masih ada melalui sedekah makanan yang lebih praktis atau tidak lagi menggunakan rantang susun secara masif seperti dulu.

Jadi, lebih tepat dikatakan bahwa tradisi tersebut mengalami pergeseran bentuk (transformasi) karena modernisasi, daripada benar-benar hilang sepenuhnya dari kehidupan masyarakat Pemalang.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Waswas Masuk Kebun Sendiri, Buharim Kecewa Hasil Verifikasi DLH di Lokasi PT Bima Mix
Bupati Pakpak Bharat Ikuti Rakor DBH Pajak 2026 Bersama Gubsu 
Kapolres Garut Pimpin Pengamanan dan Pelepasan Calon Jemaah Haji Kloter 22 Gelombang II
Lamban Tangani Aduan Dampak Blasting, Ada Apa dengan DLH Lamsel?
Anggota DPR RI Komisi XIII Bias Layar Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Tabak Kanilan
Diskanak Barito Timur Tanggapi Usulkan Penebaran Bibit Ikan di Bendungan Tampa
Makodim 0612/Tasikmalaya Jadi Arena Simulasi Damkar, Prajurit Dilatih Cepat Tanggap Darurat
Sambangi DPC Demokrat, KPU Kota Tasikmalaya Sosialisasikan PKPU Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:25 WIB

Waswas Masuk Kebun Sendiri, Buharim Kecewa Hasil Verifikasi DLH di Lokasi PT Bima Mix

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:02 WIB

Bupati Pakpak Bharat Ikuti Rakor DBH Pajak 2026 Bersama Gubsu 

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:25 WIB

Kapolres Garut Pimpin Pengamanan dan Pelepasan Calon Jemaah Haji Kloter 22 Gelombang II

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:33 WIB

Lamban Tangani Aduan Dampak Blasting, Ada Apa dengan DLH Lamsel?

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:16 WIB

Anggota DPR RI Komisi XIII Bias Layar Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Tabak Kanilan

Berita Terbaru

Berita terbaru

Bupati Pakpak Bharat Ikuti Rakor DBH Pajak 2026 Bersama Gubsu 

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:02 WIB

Berita terbaru

Lamban Tangani Aduan Dampak Blasting, Ada Apa dengan DLH Lamsel?

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:33 WIB