Perang Petasan dan Balon Air Menganggu Kekhusukan Ramadan di Pemalang

Senin, 23 Februari 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Ketenangan warga pada bulan Ramadan mendadak terganggu, dengan adanya kegaduhan perang Petasan dan Balon air, di sekitaran Alun -alun Kota Pemalang yang dilakukan para Remaja belasan tahun.

Sutarjo (55) seorang warga yang kebetulan lewat di lokasi kejadian menuturkan, jika salin lempar petasan dan air sangat berbahaya, apalagi bulan Puasa setelah sahur, warga banyak yang istirahat tidur kembali setelah sholat subuh.

“Lempar -lemparan petasan sangat berbahaya, apalagi kalau kena orang lewat, kalau kena sendiri ngga apa – apa biar ngerasain sendiri,” katanya sewot.

Menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat terkait adanya perang petasan dan balon air yang terjadi di kawasan Alun-Alun Pemalang tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja, segera menuju lokasi untuk membubarkan kegiatan berbahaya itu.

Dari hasil penertiban perang, Satpol PP mendapati Ratusan Petasan dan Balon berisi air yang belum sempat dilemparkan.

Kepala bidang ketentraman dan penertiban umum masyarakat (Trantibumas) Agus Sarwono, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian perang petasan dan balon air tersebut.

“Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penghalauan serta penertiban guna menjaga ketertiban umum dan keamanan masyarakat sekitar,”ujar Agus pada saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, pada Senin (23/2).

Kegiatan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung serta mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar alun-alun.

“Setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas memberikan pembinaan secara langsung di tempat kepada para pelaku, serta menyampaikan imbauan agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat.

“Langkah ini kita lakukan sebagai bentuk penegakan peraturan daerah sekaligus upaya preventif agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tutupnya.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Berita Terbaru