Penyusunan RKPD 2027 Garut Gunakan Pendekatan Bottom-Up, Sinkronkan Usulan Desa hingga Pusat

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, MNP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi memulai tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD.

Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kamis (22/1/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah krusial untuk menghimpun aspirasi masyarakat sebelum melangkah ke tahapan Musrenbang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa RKPD 2027 harus menjadi landasan yang kuat untuk mewujudkan visi “Garut Hebat dan Berkelanjutan”.

“Sebelum kita memasuki tahapan Musrenbang, oleh karena itu sejak awal saya tegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik bukan forum penetapan kegiatan, melainkan forum pembentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan, apa yang disepakati dalam forum ini akan menjadi landasan pada seluruh tahapan perencanaan selanjutnya,” katanya.

Untuk tahun 2027, Pemkab Garut menetapkan tema pembangunan “Pemerataan Akses Layanan Dasar dan Peningkatan Produktivitas Daerah”.

Tema ini dipilih sebagai respon atas tantangan objektif yang dihadapi daerah, mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga daya saing wilayah.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, visi pembangunan Kabupaten Garut adalah Garut Hebat dan Berkelanjutan, visi ini mengandung makna bahwa pembangunan harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing daerah, serta dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkeadilan antar wilayah,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, S. Fahmi, menyatakan dukungannya terhadap proses perencanaan yang partisipatif ini. Ia mengungkapkan bahwa saat ini anggota DPRD juga sedang turun ke lapangan dalam agenda reses (19–26 Januari 2026).

“Aspirasi yang dihimpun melalui kegiatan reses tersebut mencerminkan kondisi permasalahan dan harapan masyarakat secara nyata dan menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ujar Fahmi.

Kepala BAPPEDA Kabupaten Garut, Natsir Alwi, menerangkan bahwa forum ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Forkopimda, akademisi, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan.

Penyusunan RKPD dilakukan dengan pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, serta top-down dan bottom-up.

Natsir memaparkan beberapa isu strategis yang menjadi fokus di tahun 2027, di antaranya:

– Pemenuhan Layanan Dasar: Sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

– Tata Kelola Pemerintahan: Mewujudkan birokrasi yang profesional, inovatif, adaptif, dan bersih.

– Penguatan Ekonomi: Fokus pada sektor unggulan yang berkelanjutan.

– Ketahanan Fiskal: Antisipasi terhadap keterbatasan kapasitas fiskal daerah.

Natsir menambahkan, bahwa tindak lanjut dari forum ini adalah perangkat daerah di Kabupaten Garut berkewajiban untuk menyempurnakan rancangan kerjanya masing-masing.

“Sementara itu kecamatan menyelenggarakan Musrenbang tingkat kecamatan sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan partisipatif guna menyelaraskan usulan pembangunan dari desa dan kelurahan dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah tahun 2027,” pungkas Natsir.

Acara ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan arahan strategis agar RKPD Garut selaras dengan kebijakan nasional dan provinsi.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum
Arga Hot Spring Hadirkan Wahana Fantastis, Diburu Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Sikap Tertutup Camat Baru Ciampea Terhadap Kiprah Jurnalis, Picu Spekulasi Miring Insan Pers 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:45 WIB

Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Berita Terbaru

Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Berita terbaru

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:58 WIB