Pengawasan Diduga Lengah, Kontruksi Drainase Trotoar Jalan Raya Cifor Terkesan Asal-asalan 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, MNP – Proses pembangunan Trotoar Jalan Raya Cifor, di wilayah Kelurahan Bubulak-Bogor Barat-Kota Bogor, khususnya pada pelaksanaan proses rekonstruksi TPT Drainasenya, tampak asal-asalan.

Terlihat dari masih dipertahankannya konstruksi TPT lama Drainase, pasangan batuan serta mortar lamanya, yang langsung ditutup dengan diplester mortar baru.

Selain itu, konstruksi batuan dan mortar pasangan TPT yang lamanya langsung ditimpa mortar serta batu pasangan baru di atasnya, layaknya ditambal sulam saja. Hal itu ditemukan Awak Media ini, pada Rabu (26/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat menanyakan Direksi Keet kepada para pekerja di lokasi proyeknya, tidak ada yang berkenan untuk memberitahukan, begitu pun saat bertanya siapa hingga ada atau tidaknya Pimpro (pimpinan proyek tersebut : red), masih tak ada yang bersedia untuk memberi tahukannya ke awak media ini.

Malahan kesan tatapan yang tidak bersahabat yang mereka perlihatkan, seakan tidak menghendaki kehadiran tamu selain yang mereka kenali maupun kehendaki kehadirannya, terlebih yang menanyakan lokasi kantor sementara proyek dan pimpinan proyeknya.

Padahal awak media ini saat itu datang dengan baik-baik, dan mengaku dari mass media, namun malah disambut pandangan sinis dari para pekerja di proyek tersebut.

Sementara, media ini juga telah menemukan plank informasi dan plank peringatan standard proyek pada umumnya, yang diduga milik proyek tersebut, berupa spanduk yang ditempel di dinding pagar panel Loster Beton, di pinggiran jalan raya tersebut, tetapi belum berhasil menemukan Direksi Keet, maupun sang pimpinan proyeknya.

Sekedar untuk diketahui para pembaca yang ingin tahu, apa pentingnya ada Direksi Keet di lokasi satu proyek. Karena Direksi Keet adalah bangunan kantor sementara (kantor lapangan), di lokasi proyek konstruksi, yang digunakan sebagai pusat pengawasan, pengelolaan administrasi, hingga tempat kordinasi.

Istilah itu berasal dari bahasa Belanda, yakni (Directie dan Keet) yang berarti pondokan tempat bekerja bagi para pengelola proyek. Adapun fungsi utama Direksi Keet itu sebagai pusat administrasi : (tempat mengurus dokumen), laporan harian, gambar kerja, hingga urusan surat menyurat proyek).

Fungsi lainnya dapat sebagai ruang rapat hingga kordinasi : (tempat pertemuan antara pemilik proyek, kontraktor, arsitek hingga pengawas proyek). Dapat juga sebagai tempat penyimpanan dokumen : (untuk menyimpan data-data penting proyek, agar aman dan mudah diakses di area kerjanya).

Dan dapat juga difungsikan sebagai area buat istirahat sementara bagi para pekerja proyek : (untuk tempat singgah atau istirahat bagi tim pengawas lapangan).

Adapun karakteristik dari Direksi Keet bersifat sementara, serta akan segera dibongkar setelah nanti proyek selesai, didirikan dengan sistem bongkar pasang (knock-down). Itu uraian singkat tentang Direksi Keet.

Sampai berita ini diturunkan, awak media ini masih belum berhasil menemukan Direksi Keet maupun bertemu pimpro yang diharapkan, itu jelas penting untuk Kebutuhan Informasi Publik, tentang Keterbukaan Informasi dari pelaksana proyeknya, dan demi keberimbangan substansi dari pemberitaan di sebuah media massa, sebagai produk jurnalistik berbadan hukum.

Tapi apa yang terjadi di lokasi proyek tadi, mencerminkan lemahnya pengawasan, serta adanya pengabaian terhadap tupoksi Pers, juga patut diduga berlaku doktrinasi untuk sengaja menutupi informasi ihwal proyek tersebut, terhadap tupoksi utama insan Pers dengan alasan yang mungkin menurut mereka dapat dibenarkan.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Camat Paku Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Simpang Bingkuang
Penataan PKL Dadaha, Dodo Rosada: Jangan Selesaikan Masalah dengan Masalah Baru
Buat Konten Gaya-Gayaan Pakai Celurit, Pria di Garut Berujung Penangkapan Polisi
19 Kali Beraksi, Polres Garut Ringkus Tiga Pelaku Pembobol Minimarket 
Lima Fraksi DPRD Bartim Setujui Pembahasan Bersama Raperda APBD 2027
DPRD Bartim Gelar Rapat Paripurna, Pemkab Sampaikan Penjelasan Raperda Pendapatan Daerah 2027
AKBP Iqbal Sangaji Resmi Pimpin Polres Bartim, Bupati M. Yamin Harapkan Sinergi Makin Solid
Sekda Jeneponto Pantau Tiga SPBU, Warga Diimbau Tidak Panic Buying BBM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:09 WIB

Camat Paku Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Simpang Bingkuang

Jumat, 11 September 2026 - 17:32 WIB

Penataan PKL Dadaha, Dodo Rosada: Jangan Selesaikan Masalah dengan Masalah Baru

Jumat, 11 September 2026 - 15:27 WIB

Buat Konten Gaya-Gayaan Pakai Celurit, Pria di Garut Berujung Penangkapan Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 15:10 WIB

19 Kali Beraksi, Polres Garut Ringkus Tiga Pelaku Pembobol Minimarket 

Jumat, 11 September 2026 - 14:56 WIB

Lima Fraksi DPRD Bartim Setujui Pembahasan Bersama Raperda APBD 2027

Berita Terbaru

Barito Timur

Camat Paku Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Simpang Bingkuang

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:09 WIB