Pemkab Pakpak Bharat Lepas Kembali KKN Mahasiswa UGM di Ruang Rapat Garuda 

Selasa, 20 Agustus 2024 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Sebanyak 28 Mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) meninggalkan Kabupaten Pakpak Bharat.

Mereka kembali ke Yogyakarta setelah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata selama kurang lebih 50 hari di Kabupaten Pakpak Bharat.

Pelepasan Mahasiswa UGM ini, dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat di Ruang Rapat Garuda, Kantor Bupati Pakpak Bharat.

Fariz Anandia, perwakilan mahasiswa UGM menyebut, sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa, bisa datang ke Kabupaten Pakpak Bharat.

“Tadinya kami berfikir bahwa kami akan memberikan ilmu, tapi ternyata kami banyak belajar di sini, yang tadinya kami berfikir bahwa kami akan kelaparan tapi nyatanya kami sangat sejahtera salama di sini,” ungkap Fariz.

Para Mahasiswa mengucapkan terimakasih kepada semuanya, kepada Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat yang telah menerima dengan baik.

“Kami akan kembali ke sini suatu hari nanti. Mohon bapak dan ibu sekalian doakan kami agar sesegera mungkin menyelesaikan study kami, senang sekali rasanya bisa mengabdi di Kabupaten Pakpak Bharat,” ucap Fariz.

Sementara itu, Drs. Musadah, M.Hum, Dosen Pembimbing UGM menyebut, Kabupaten Pakpak Bharat bukanlah tempat yang baru, dimana mahasiswa sudah turut ambil bagian di Pakpak Bharat lewat program penelitian dan juga KKN ini.

“Suatu kehormatan tersendiri bagi kami turut serta dalam membangun Pakpak Bharat, membangun SDM, turut menjaga dan melestarikan budayanya lewat penelitian kami,” kata dia.

“Mudah-mudahan mutualisme, artinya mahasiswa menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat, dan mahasiswa sekaligus menyerap ilmu dari masyarakat,” tambah Drs. Musadah.

Ditempat sama, Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM yang hadir mewakili Bupati Pakpak mengatakan, Pakpak Bharat, sepertinya mendapat berkah tersendiri ketika beberapa anak bisa mengecap pendidikan di UGM, ketika kami bekerja sama dengan UGM dalam pengembangan dan penelitian di kabupaten Pakpak Bharat,

“Kehadiran adik-adik mahasiswa UGM dalam program KKN ini tentu sangat membantu kami. Saya percaya adik-adik mahasiswa selama bergabung dengan masyarakat tentu banyak ilmu yang ditularkan kepada masyarakat,” kata Sekda mewakili Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.

Menurutnya, hal yang paling nyata melihat dibeberapa even baik Pesta Oang-Oang maupun Perayaan HUT RI, keterlibatan adik-adik mahasiswa melalui kegiatan desa kami lihat sangat nyata.

“Terimakasih, tentu di desa juga banyak yang sudah digali dan dikembangkan baik pertanian, kebersihan lingkungan dan sebagainya,” ujarnya.

“Kami harap laporan KKN ini supaya disampaikan kepada Pemkab Pakpak Bharat untuk menjadi referensi kedepan dalam membangun masyarakat Pakpak Bharat,” tutup Sekda.

Sebagai informasi, 28 mahasiswa UGM dari berbagai Prodi dan disiplin hadir di Kabupaten Pakpak Bharat dalam program pengabdian Kuliah Kerja Nyata.

Mereka ditempatkan di Desa Ulumerah dan Pardomuan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu. Kehadiran mahasiswa Universitas terbaik tanah air ini, membawa kesan tersendiri bagi khususnya masyarakat di dua desa ini.

Berbagai kegiatan mereka laksanakan diantaranya membantu mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan lahan pertanian, pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta beberapa kegiatan lainnya.

Loading

Penulis : Benny S

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kritik Revisi UU Polri, PC PMII Kota Tasikmalaya: Kekuasaan Tanpa Kontrol Adalah Ancaman
Penutupan MTQH XVI, Kota Tasikmalaya Targetkan Masuk 5 Besar Jabar
Reskrim Polsek Dusun Timur dan Satreskrim Polres Bartim Bekuk 2 Pelaku Pencurian Motor
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Prajurit Yonif TP 906 Bahu-Membahu Panen Jagung di Pakpak Bharat
Polemik Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum: Miskomunikasi atau Ada Fakta yang Belum Terungkap?
Anak-anak Se-Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah Terima Komuni Pertama
Kasus Dugaan Penganiayaan ART di Tasikmalaya: Terduga Pelaku Sampaikan Permohonan Maaf
Mahasiswa Agroteknologi UNIMEN Turun Gunung: Hutan Pinus Pasongken Diselamatkan dari Kematian 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 14:22 WIB

Kritik Revisi UU Polri, PC PMII Kota Tasikmalaya: Kekuasaan Tanpa Kontrol Adalah Ancaman

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB

Penutupan MTQH XVI, Kota Tasikmalaya Targetkan Masuk 5 Besar Jabar

Senin, 15 Juni 2026 - 12:07 WIB

Reskrim Polsek Dusun Timur dan Satreskrim Polres Bartim Bekuk 2 Pelaku Pencurian Motor

Senin, 15 Juni 2026 - 11:22 WIB

Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Prajurit Yonif TP 906 Bahu-Membahu Panen Jagung di Pakpak Bharat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:54 WIB

Polemik Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum: Miskomunikasi atau Ada Fakta yang Belum Terungkap?

Berita Terbaru

Berita terbaru

Penutupan MTQH XVI, Kota Tasikmalaya Targetkan Masuk 5 Besar Jabar

Senin, 15 Jun 2026 - 12:40 WIB