GARUT, MNP – Dua remaja kembar asal Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, dilaporkan hilang setelah diduga tidak sampai ke pondok pesantren tujuan mereka di wilayah Banjar.
Keluarga korban kini berharap bantuan masyarakat untuk membantu pencarian kedua anak tersebut.
Laporan kehilangan itu tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Orang Hilang/Meninggalkan Rumah yang diterbitkan oleh Polsek Bayongbong pada Sabtu, 23 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua remaja yang dilaporkan hilang yakni Ana Rahma Farihan dan Ani Rahmi Syaidah.
Keduanya merupakan anak kembar perempuan kelahiran Garut tahun 2009 dan masih berstatus pelajar.
Berdasarkan keterangan keluarga, kedua anak tersebut terakhir kali berangkat dari rumah pada Rabu, 20 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.
Mereka diantar menuju Terminal Guntur Garut untuk melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Darul Huda Banjar.
Karena tidak tersedia bus langsung menuju Banjar, keduanya diketahui menaiki bus umum Primajasa jurusan Singaparna, Tasikmalaya.
Keluarga sempat menerima kabar bahwa kedua anak tersebut telah tiba di Terminal Singaparna pada hari keberangkatan.
Namun setelah itu komunikasi terputus dan hingga kini keduanya belum diketahui keberadaannya.
Dalam laporan kepolisian disebutkan, sebelum berangkat kedua remaja tersebut sempat mengeluhkan rasa lelah kepada temannya akibat mengikuti ujian pondok pesantren.
Hal itu menjadi salah satu petunjuk yang kini turut didalami pihak keluarga maupun kepolisian terkait kemungkinan alasan keduanya tidak melanjutkan perjalanan ke pondok.
Adapun ciri-ciri Ana Rahma Farihan saat terakhir terlihat mengenakan gamis hitam dan kerudung hitam dengan sepatu warna putih.
Ia memiliki tinggi badan sekitar 160 sentimeter, rambut panjang bergelombang, kulit sawo matang dan mata bulat.
Sementara saudara kembarnya, Ani Rahmi Syaidah, terakhir terlihat mengenakan kemeja putih, celana putih, kerudung putih dan sandal putih.
Ia memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter dengan ciri fisik rambut panjang bergelombang, kulit sawo matang dan mata bulat.
Pihak keluarga mengaku sangat khawatir mengingat hingga beberapa hari setelah keberangkatan, kedua anak tersebut belum juga memberikan kabar maupun tiba di lokasi tujuan.
Ibu korban, Erwin Winarti berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan kedua anaknya segera memberikan informasi kepada keluarga ataupun pihak kepolisian.
“Kami sangat berharap anak-anak kami bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Mohon bantuan masyarakat apabila melihat atau mengetahui keberadaan mereka,” ungkap pihak keluarga.
Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan kedua remaja tersebut diminta segera menghubungi keluarga di nomor 081320660887 atau melapor ke Polsek Bayongbong melalui nomor telepon 0262-233181.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penelusuran dan koordinasi dengan sejumlah pihak guna mencari keberadaan kedua pelajar tersebut.
Keluarga juga berharap informasi mengenai hilangnya dua anak kembar asal Garut ini dapat tersebar luas agar proses pencarian berjalan lebih cepat.
![]()
Penulis : Soni
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan