Padepokan Taji Wulung Galunggung Rayakan Milangkala ke 12 di Situ Gede

Senin, 19 Desember 2022 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP.com – Padepokan Taji Wulung Galunggung merupakan salah satu padepokan yang selalu konsisten dalam menjaga kebudayaan, khususnya tradisional Sunda.

Dalam rangka Milangkala ke-12, padepokan tersebut menggelar Tasyakur Binikmat yang di gelar di Obyek Wisata Situ Gede, Senin (19/12/2022).

Nampak hadir dalam Staff Ahli Pemkot Tasikmalaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kab Tasikmlaya, dan intansi terkait serta tamu undangan dari padepokan luar daerah.

Budi Wardiman Kabid (Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan, pihaknya merasa senang dan berterimakasih atas digelarnya Milangkala Padepokan Taji Wulung ke 12.

“Kegiatan ini bisa menjadi salah satu bentuk usaha untuk mempertahankan seni budaya Sunda, khususnya seni beladiri pencak silat juga yang lainnya,” ucapnya.

Budi berharap, kedepannya padepokan Taji Wulung dalam usaha menjaga atau mempertahankan budaya Sunda bisa jauh ditingkatkan lagi.

“Jangan hanya beladiri pencak silatnya saja, tapi juga yang lainnya, biar budaya kita tidak tersingkirkan oleh budaya asing,” lanjutnya.

Pemkab Tasikmalaya akan selalu mendukung program pelestarian, pengelolaan, pengembangan dan pembinaan.

“Itu merupakan salah satu program pemerintahan kabupaten Tasikmalaya dalam mendukung kegiatan kebudayaan,” jelas Budi.

Ditempat, Lutfi Ketua DPP II Taji Wulung Galunggung menaruh harapan besar kedepannya, karena ini merupakan revitalisasi budaya.

“Kita tidak bisa sendiri atau one man show company dalam urusan budaya, karena hari ini seolah olah budaya disisihkan realitanya seperti itu,” kata Lutfi.

Lantaran itu, DPP Padepokan Taji Wulung Galunggung mengajak kepada seluruh stakeholder, khususnya antara pemerintah, masyarakat dan pelaku budaya untuk bersama sama bersatu melestarikan budaya.

“Capaian yang kami targetkan kedepannya, generasi generasi muda untuk tidak alergi terhadap budaya,” pinta Lutfi.

Disebutkan, kalau dipersentasekan kurang lebih 30% anak anak muda sekarang dari 100% yang memahami warisan Pencak Silat ini seperti ini.

“Kami berharap ada sinkronisasi antara pemerintah dengan pelaku pelaku budaya, khususnya di padepokan padepokan,” pungkasnya. (Lex)

Loading

Berita Terkait

MOTU dan Kober Nurul Qur’an Sukses Gelar Haflah Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa
Bupati Enrekang Wajibkan Ayah Ambil Rapor & Antar Anak Hari Pertama Sekolah: “Ayah Hadir, Anak Hebat
Kabar Duka, Operator Layanan Operasional Disperkim Garut Herwin Firdaus Tutup Usia
Cetak Generasi Unggul Berbasis Agama, Yayasan Nurul Qur’an Gelar Haflah Perpisahan Meriah
Pemdes Rawa Asri Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026
Persit Kodim 0612/Tasikmalaya Gaungkan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Perempuan
Bupati Pakpak Bharat Sampaikan Pidato Nota Pengantar Ranperda tentang APBD TA 2026
Kaban Keuangan Enrekang Pastikan Gaji ke-13 ASN Baru Dibayar Juli, Menunggu Petunjuk Pimpinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:14 WIB

MOTU dan Kober Nurul Qur’an Sukses Gelar Haflah Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bupati Enrekang Wajibkan Ayah Ambil Rapor & Antar Anak Hari Pertama Sekolah: “Ayah Hadir, Anak Hebat

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:08 WIB

Kabar Duka, Operator Layanan Operasional Disperkim Garut Herwin Firdaus Tutup Usia

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:14 WIB

Cetak Generasi Unggul Berbasis Agama, Yayasan Nurul Qur’an Gelar Haflah Perpisahan Meriah

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:18 WIB

Pemdes Rawa Asri Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pemdes Rawa Asri Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026

Selasa, 23 Jun 2026 - 13:18 WIB