TASIKMALAYA, MNP — Kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat ditunjukkan H Jajah Nurjaman melalui inisiatif perbaikan saluran drainase sepanjang kurang lebih satu kilometer di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.
Saluran drainase di tepi jalan berstatus jalan kabupaten tersebut telah lama rusak dan kurang berfungsi optimal. Kondisi itu kerap dikeluhkan warga, terutama ketika musim hujan. Bahkan, masyarakat beberapa kali mengusulkan agar saluran tersebut mendapatkan perbaikan.
Melihat kondisi tersebut, H Jajah Nurjaman tergerak membantu memperbaiki drainase agar aliran air kembali lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar yang terlibat dalam pengerjaan dan memperoleh upah.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah, inisiatif tersebut menjadi gambaran padat karya mandiri ala warga, kepedulian yang menghadirkan manfaat ganda, yakni perbaikan lingkungan sekaligus tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Tidak hanya memperbaiki drainase, dengan dukungan H Jajah Nurjaman, warga juga bergotong royong membersihkan dan memangkas pohon yang dinilai mengganggu serta berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Warga turut membersihkan rumput liar yang tumbuh di sepanjang pinggir jalan agar lingkungan lebih bersih, rapi, dan nyaman dilalui.
Kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang tumbuh dari kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan pengguna jalan.
Kyai Ade Apresiasi Kepedulian Sosial dan Keagamaan
Tokoh ulama setempat, Kyai Ade, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kedermawanan H Jajah Nurjaman.
Menurutnya, kepedulian tersebut tidak hanya terlihat dalam persoalan lingkungan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
H Jajah dikenal telah membantu anak-anak yatim, warga kurang mampu, serta beberapa kali memberikan dukungan terhadap sarana peribadahan, termasuk masjid.
Kyai Ade menjelaskan bahwa sebelum perbaikan drainase dilakukan, H Jajah telah menyampaikan niatnya kepada unsur pemerintahan setempat, baik RT maupun RW, serta masyarakat sekitar.
“Beliau sebelumnya sudah menyampaikan niatnya kepada RT, RW, dan masyarakat. Jadi, kegiatan ini bukan dilakukan begitu saja tanpa komunikasi dengan lingkungan setempat. Apalagi drainase tersebut sudah lama dikeluhkan warga dan kurang berfungsi, terutama ketika musim hujan,” ungkap Kyai Ade.
Ia berharap kepedulian seperti itu dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain, terutama mereka yang memiliki kemampuan lebih untuk membantu kepentingan umum dan kegiatan sosial.
Septyan Hadinata: Kepedulian Warga adalah Modal Pembangunan
Apresiasi serupa disampaikan A’wan MWC NU Cisayong, Septyan Hadinata, M.I.Kom. Ia menilai langkah H Jajah Nurjaman dan kekompakan warga sebagai bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan dan pemeliharaan lingkungan.
Menurut Septyan, semangat tersebut sejalan dengan prinsip partisipasi masyarakat dalam pembangunan sebagaimana tercermin dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Menurut Septyan, apa yang dilakukan H Jajah ini patut diapresiasi. Beliau melihat persoalan yang sudah lama dikeluhkan masyarakat, kemudian tergerak membantu.
“Bukan hanya memperbaiki drainase, tetapi juga memberikan pekerjaan dan penghasilan kepada warga. Ditambah lagi, warga kompak bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Septyan.
Dirinya menyebut, kalau ada warga yang peduli, membantu memperbaiki saluran yang sudah lama rusak, meringankan persoalan lingkungan, sekaligus memberikan penghasilan kepada masyarakat, tentu yang patut kita kedepankan adalah manfaatnya.
Jadi, mana mungkin kebaikan dan kepedulian seperti yang dilakukan H Jajah Nurjaman, yang memberikan manfaat bagi pembangunan dan masyarakat sendiri, justru tidak kita hargai?” ungkapnya.
Septyan yang juga dikenal sebagai Juru Bicara Ulama Cisayong itu berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberikan perhatian terhadap kondisi drainase tersebut sekaligus mengapresiasi kepedulian warganya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat bukan berarti mengambil alih tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi bentuk dukungan terhadap penyelesaian persoalan lingkungan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Asep Ojs (50), seorang buruh tani yang mewakili warga Mekarjaya, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, turut menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian H Jajah Nurjaman.
Menurutnya, perbaikan drainase yang selama ini menjadi keluhan warga sangat membantu, terlebih ketika musim hujan. Kesempatan kerja bagi warga yang terlibat dalam pengerjaan juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami sebagai warga tentu merasa terbantu dan berterima kasih atas kepedulian H Jajah Nurjaman. Drainase yang sudah lama dikeluhkan kini diperbaiki. Warga juga bisa ikut bekerja dan mendapatkan upah. Selain itu, kami bersama-sama membersihkan pohon yang mengganggu pengguna jalan dan rumput liar di pinggir jalan. Semua ini demi kepentingan dan kenyamanan bersama,” ungkap Asep.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terpelihara sehingga masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan persoalan yang dihadapi bersama.
Saat dikonfirmasi mengenai kegiatan tersebut, H Jajah Nurjaman tidak banyak memberikan komentar. Ia hanya menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya merupakan bentuk tanggung jawab sebagai warga negara.
“Apa yang saya lakukan ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai warga negara,” ujarnya singkat.
Ia juga enggan menyebutkan besaran biaya yang telah dikeluarkan untuk perbaikan drainase tersebut. Baginya, manfaat yang dapat dirasakan masyarakat menjadi hal yang lebih penting untuk dikedepankan daripada mengungkapkan besarnya biaya yang telah dikeluarkan.
![]()
Penulis : Ist
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan