Menyibak Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Kepala SPPG, 2 Jurnalis Mengaku Dijebak Ormas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, MNP – Inilah salah satu dari sekian banyak contoh unik di penegakan supremasi hukum Umaro transaksional, di Negara yang mengaku Negara hukum ini. Berlandaskan demokrasi Pancasila dan menjadi kebanggaan Kita bersama, sebagai warga negara. Yang sudah final sejak 81 tahun yang lalu, tetap disepakati bersama hingga kini, sebagai satu – satunya Dasar Negara di negara Kita ini, bahkan masih disepakati sebagai sumber dari segala sumber hukum, yang diberlakukan di seluruh wilayah negara Kita selama ini. Yang dalam praktik penegakannya selama ini sangat jelas, sudah menjadi rahasia umum pula, yakni belum benar-benar bisa tegak dan berkeadilan hukum.

Hakikat hukum positif di penegakan sejatinya, itu seharusnya berkeadilan dan mengedepankan hal yang bersifat antisipatif preventif, bukan reaktif dan kerap transaksional. Yang keadilan hukumnya hanya berpihak kepada para Penguasa Negara, atau Pengusaha berduit banyak, dan berpengaruh besar dalam menentukan segala kebijakan Negara. Sedangkan untuk warga negara yang biasa-biasa saja, terlebih pada warga negara yang dinilai lemah dalam segala aspeknya, keadilan atas penegakan hukum tadi hanya tinggal khayal yang susah untuk terwujudkan.

Contoh nyatanya ini, Dua dari Tiga Orang Jurnalis (Wartawan), yang tengah menjalankan penugasan investigasi dari redaksi medianya, terkait dugaan pelanggaran Etik seorang Oknum Kepala SPPG, dari dapur SPPG Dramaga-Babakan, Kec. Dramaga, Kab. Bogor, lima hari lalu, sekarang keduanya itu mulai berani buka-bukaan, di hadapan semua rekan-rekan satu profesinya.

Keduanya kini mengaku, merasa sudah dijebak iming-iming uang suap dengan modus intimidasi oleh Oknum Kepala SPPG tersebut, menggunakan pasukan Oknum Anggota Ormas yang diduga dijadikan Eksekutor Intimidasi tadi, di sebuah Cafe di wilayah Kecamatan Ciomas, hari Senin (19/10/2026) lalu.

Untuk sekedar diketahui, SPPG dimaksud adalah SPPG Dramaga-Babakan, dengan alamat Kp. Cibeureum wilayah RT/RW : 004/002 Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga-Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Adapun kedua wartawan tersebut antara lain, Dede Surya dan Wahyu.

Keduanya saat itu tengah menjalankan tugas rutin dari redaksi mereka, dan tidak sadar jika keduanya tengah dijebak si Oknum Kepala SPPG tadi beserta pasukan Oknum Ormas yang dibawanya, di lokasi Cafe tersebut.

Muhamad Mahfud, yang merasa paling berwenang atas Usaha di Dapur SPPG tersebut, diduga telah menjalin hubungan khusus terlarang secara Moral, Norma dan Etik, terlebih dengan Aspek Hukumnya secara sosial, dengan relawan pekerja wanita dari Dapur SPPG nya tersebut, sedangkan si wanita itu wanita bersuami (wanita berstatuskan Isteri Orang : red).

Atas temuan kedua Insan PERS tersebut, si Kepala SPPG berstatuskan ASN PPPK tersebut, mengajak keduanya ketemuan buat mengonfirmasikan hal itu secara langsung, dengan dirinya untuk yang kedua kalinya, karena di momen pertemuan pertama telah gagal menyuap ketiga orang wartawan tersebut, yang menolak mentah-mentah uang suap pemberiannya. Yang mana di pertemuan pertama mereka tersebut Oknum Kepala SPPG tadi sudah mengakui, bahwa photo dan video yang kini dimiliki kedua wartawan tersebut, memang photo dan video dirinya dengan relawan pekerja wanita di SPPG nya tersebut. Tidak hanya itu, Mahfud juga mengaku dirinya selalu dekat dengan semua relawan pekerja di SPPG yang dipimpinnya.

“Tidak hanya dengan dia, saya juga deket dengan semua relawan lainnya. Ya friendly, gitulah,” jelas Muhamad Mahfud, Sabtu (17/10/2026) lalu, di Bee Coffee, Cibinong-Ciomas.

Dalam pertemuan itulah, Mahfud menawarkan sejumlah uang pada tiga orang wartawan itu, agar pemberitaan terkait tidak ditayangkan oleh redaksi ketiga orang wartawan tersebut, namun tawaran suapnya tersebut ditolak mentah-mentah oleh tiga wartawan tersebut.

Atas penolakan suap tersebut, Mahfud diduga menjadi tidak nyaman karenanya. Hingga akhirnya, Mahfud mengajak tiga wartawan tadi untuk ketemuan lagi, dengan lokasi ketemuan yang berbeda.

Dalam pertemuan kedua mereka itulah, intimidasi terhadap dua wartawan terjadi. Yang berlangsung di Cafe Kafein Ciomas, di hari Senin (19/10/2026), di luar dugaan keduanya (kedua orang wartawan itu : red) ternyata Mahfud sudah merencanakan hal buruk, yakni penjebakan bermodus pemerasan, terhadap kedua orang wartawan tersebut, yang berani menolak tawaran suap darinya di momen pertemuan pertama tadi.

“Di pertemuan kedua itu tidak ada obrolan soal temuan Kita itu, bahkan termasuk obrolan soal uang. Kita semua cuma ngobrol bebas dan lepas begitu saja,” jelas Dede.

Dede mengungkapkan, di tengah-tengah obrolan santai mereka itu, justeru Mahfud tadi tiba-tiba saja menyodorkan sejumlah uang, dan meminta agar Dede menghitung uang yang disodorkannya itu. Saat itulah, oknum ormas berinisial JW itu bersama pasukannya serta merta mengerubungi Dede dan Wahyu, sambil berteriak-teriak lantang, membentak-bentak keduanya.

Meskipun Wahyu sempat mempertanyakan kepada mereka, perihal apa yang mereka maksud dengan kata ”pemerasan” yang diteriakkan oknum ormas berinisial JW tadi, namun tak mendapatkan sedikit pun jawaban dari mereka semua.

“Pemerasan bagaimana maksudnya ya, Bang ???” tanya tegas Wahyu saat itu.

Dede memperkirakan, bahwa mereka berdua itu mungkin sekitar dua jam diintimidasi oleh pasukan oknum ormas tersebut, di areal Cafe.

“Kita dibentak-bentak dan diintimidasi oleh pasukan oknum ormas itu, bahkan dilarang menggunakan HP, mungkin agar Kita tak bisa komunikasi keluar,” jelas Dede.

Atas perbuatan si Kepala SPPG beserta pasukan oknum ormas tersebut, pihak redaksi dari kedua wartawan tersebut telah melaporkan kasus terkait intimidasi yang diterima oleh kedua wartawannya tersebut, ke Satreskrim Polres Bogor.

“Kami berdua, bersama Dewan Redaksi di media Kami masing-masing ini, sudah melaporkan kasus ini ke Satreskrim Polres Bogor,” tegas Dede.

Terlepas dari motif apa di balik yang sudah mereka sampaikan tersebut, dari kedua fihak yang sedang berkonflik di atas, apakah kedua fihak di atas sudah berupaya menyampaikan kebenaran, via statement jujur apa adanya ataukah sebatas untuk pembenaran diri mereka masing-masing, di antara mereka semua harusnya tidak ada pihak ketiga (Pasukan Oknum Ormas tadi : red), yang diduga telah sengaja dilibatkan si Oknum Kepala SPPG.

Karena tanpa disadari si Oknum Kepala SPPG itu, dirinya perlu tameng pasukan Oknum Ormas, untuk melindungi kebusukan perilaku amoralnya, dengan sang wanita bersuami tersebut, sekaligus untuk mengamankan uang hasil usaha di SPPG nya, agar tidak terlalu banyak diberikan ke wartawan yang mengetahui perilaku busuk amoralnya tadi.

Padahal justeru malah semakin banyak pihak yang mengetahui atas kebusukan amoralnya tersebut, termasuk anggota Ormas yang sudah dilibatkannya, bahkan ratusan ribu hingga jutaan pasang mata orang, setidaknya di wilayah Bogor Raya ini, sudah mengetahui itu, karena perilaku busuknya sudah dipublikasikan di banyak media massa, termasuk media massa kedua wartawan yang dijebaknya itu, meski benar atau tidaknya dua orang wartawan tersebut telah dijebak, masih perlu dibuktikan secara lebih komprehensif.

Dari kronologis kasus di atas tadi, penulis berita ini berpendapat sedikit berbeda, dalam konteks moral hingga sosial atas kasus mereka tersebut. Kejadian yang mereka tempuh itu, seharusnya tak perlu dan tak pantas terjadi, jika masing-masing pihak tidak mempertahankan egonya.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Wabup Enrekang Pimpin HLM PAD Triwulan III, Dorong OPD Genjot Pajak dan Retribusi Daerah
Pengusaha Asal Makassar dan Gandara Group Wujudkan Impian Masjid Megah Warga Pangandaran
Dituduh Berafiliasi Soal Penggalian, PT Kharisma Agata Nusantara Berikan Hak Jawab
Bersama Kapolri via Zoom, Polres Pakpak Bharat Gelar Deklarasi Menolak Narkoba
Terima Penghargaan dari Ketua TP PKK Sumut, Ny. Juniatry Franc Tumanggor Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak
Tanamkan Jiwa Nasionalisme Sejak Dini, Murid SDN 2 Cibeuti Antusias Ikuti Upacara Bersama TNI
Kondisi Bangunan Pasar Sungai Salak Memprihatinkan, Pedagang Khawatir Roboh”
Perluas Akses Keadilan, Pemerintah Desa Tampa Gelar Sosialisasi POSBANKUM  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Menyibak Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Kepala SPPG, 2 Jurnalis Mengaku Dijebak Ormas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Wabup Enrekang Pimpin HLM PAD Triwulan III, Dorong OPD Genjot Pajak dan Retribusi Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Pengusaha Asal Makassar dan Gandara Group Wujudkan Impian Masjid Megah Warga Pangandaran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:30 WIB

Dituduh Berafiliasi Soal Penggalian, PT Kharisma Agata Nusantara Berikan Hak Jawab

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Bersama Kapolri via Zoom, Polres Pakpak Bharat Gelar Deklarasi Menolak Narkoba

Berita Terbaru