Murah Meriah! Lembah Cipahoman Garut Tawarkan Kopi Khas dan Udara Sejuk Pegunungan

Rabu, 12 November 2025 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Destinasi wisata alam yang sedang naik daun hadir di Kabupaten Garut. Lembah Cipahoman, yang berlokasi di Desa Baru Dua, Kecamatan Malangbong, kini menjadi idaman baru bagi para pecinta alam dan penikmat kopi.

Kang Yudi, salah satu pengelola wisata yang baru berjalan beberapa bulan ini berhasil menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat baik. Banyak tamu datang dari Bogor, Jakarta, dan Bandung untuk menikmati suasana alam di sini,” ujar Yudi, Rabu (12/11/2025).

Selain menawarkan panorama alam yang indah dan udara sejuk khas pegunungan, Wisata Kopi Lembah Cipahoman juga menyediakan area camping ground dan hiburan live music setiap akhir pekan, dengan harga yang terjangkau dan murah.

Adapun dengan tiket masuk Rp 5000, parkir Roda 2 Rp 3000, roda 4 Rp 5000, pengunjung bisa menikmati suasana tenang, panorama perbukitan, serta cita rasa kopi lokal yang khas.

Yana salah satu pegawai Dinas Perhubungan memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan wisata ini.

Mereka menilai keberadaan Lembah Cipahoman mampu menghidupkan kembali potensi ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM.

“Harapan kami kedepan, semoga destinasi wisata kopi ini semakin dikenal luas dan menjadi wisata favorit di Kecamatan Malangbong,” pungkas Yudi penuh semangat.

Dengan keindahan alam yang menawan serta suasana yang asri, Lembah Cipahoman siap menjadi salah satu ikon wisata unggulan di Kabupaten Garut.

Loading

Facebook Comments Box

Penulis : DHS

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Putusan Mahkamah Konstitusi : Wartawan Tidak Bisa Dipidana Atas Karya Jurnalistik 
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor Ikuti Rakernas XVII APKASI Tahun 2026
Warga Sukalaksana Menjerit Soal Jalan Rusak Sejak 1982, Anggota DPRD Dapil 1 Malah Tak Hadir
Dugaan Korupsi Dana Desa 2025, Warga Pagar Bukit Desak APH Segera Bertindak
Perjelas Status Kawasan, BPKH XIX Pekanbaru Bahas Tata Batas Perhutanan Sosial Meranti
Siapkan 10.000 Hektar Lahan, Pemkab Pakpak Bharat Sambut Tim Ditjenbun Kementan RI
Tasikmalaya Zona Merah Korupsi: Masalahnya Sistemik, Bukan Sekadar Persepsi
Musrenbang Desa Kersamanah Fokuskan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:57 WIB

Putusan Mahkamah Konstitusi : Wartawan Tidak Bisa Dipidana Atas Karya Jurnalistik 

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:48 WIB

Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor Ikuti Rakernas XVII APKASI Tahun 2026

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:22 WIB

Warga Sukalaksana Menjerit Soal Jalan Rusak Sejak 1982, Anggota DPRD Dapil 1 Malah Tak Hadir

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:48 WIB

Dugaan Korupsi Dana Desa 2025, Warga Pagar Bukit Desak APH Segera Bertindak

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:19 WIB

Perjelas Status Kawasan, BPKH XIX Pekanbaru Bahas Tata Batas Perhutanan Sosial Meranti

Berita Terbaru