Tasikmalaya, MNP – DPC PDI-Perjuangan Kota Tasikmalaya melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Pancasila, Minggu 01 Juni 2025.
H. Muslim selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya menegaskan, Ideologi partainya jelas adalah Pancasila.
Lantaran itu, saat upacara dalam amanat ditegaskan agar kehidupan sehari hari itu sesuai dengan Pancasila seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan keadilan sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Itu yang harus diterapkan oleh masyarakat wabilkhusus masyarakat Kota Tasikmalaya,” kata H Muslim pasca Upacara Hari Pancasila di depan Kantor DPC PDI Perjuangan.
Menurutnya, untuk mengamalkan Pancasila tersebut mungkin mudah seperti Persatuan, apa kita menjaga persatuan di kota Tasikmalaya?
Muslim menyebut, kalau berketuhanan semuanya Oke, karena punya keyakinan. Tapi dalam keadilan sosial di sini udah adil gak antara yang miskin dan yang kaya.
“Di Kota Tasikmalaya dengan kepemimpinan wali kota yang baru apakah bisa menurunkan kembali meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga mengurangi pengangguran,” cetus Muslim.

Dirinya menilai, kinerja Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan secara di evaluasi setelah 100 hari kerja bahkan sekarang lebih tidak ada perubahan, tidak ada visioner. Kedepannya Kota Tasikmalaya mau di jadikan apa ini?
“Apakah mau dijadikan kita jasa, atau kota Industri atau hanya jadi Kota stagnan? Ini image di masyarakat sekarang, karena wali kota dan wakil wali kota belum membawa perubahan terhadap kota Tasikmalaya setelah menjabat beberapa bulan,” kata Muslim.
“Jadi di sini PDI Perjuangan sepakat apa yang dinilai oleh organisasi organisasi di kota Tasikmalaya bahwa Kota Tasikmalaya sekarang adalah stagnan tidak ada perubahan apa apa,” tambahnya.
Muslim juga mengkritisi terkait penanggulangan sampah oleh Wali kota sekarang. Pasalnya, setahu dia, ada 45 unit mobil sampah, tapi yang jalan hanya 25 unit dan sisanya itu mobilnya kadang kadang flu dan kadang kadang sakit.
Dari satu sisi masalah sampah saja, Muslim sangat menyayangkan, sekarang masalah kontainer di tempatkan di TPS liar. Menurutnya it nggak bener, karena TPSS itu harus sudah di tetapkan jangan di mana saja.
Seharusnya kata Muslim, kalau ada yang membuang sampah di tempat ilegal harus ditindak supaya masyarakat tertib dan disiplin seperti apa membuang sampah.
“Ini kok malah di fasilitasi di TPS liar. Nah sekarang yang punya tanah itu apa memperbolehkan? Mestinya sekarang itu antara kontainer dengan mobil harus seimbang,” ujar Muslim.
Dirinya dulu mengusulkan dari daerah pakai motor ke TPSS di ambil setiap kampung dan dari TPSS baru boleh kontainer di bawa ke pembuangan terlahir atau TPA.
“Jadi tidak semena mena menempatkan kontainer, siapa yang mau ngambil dari kampung kampung atau gang gang,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan