Tasikmalaya, MNP – Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tanah longsor di Dusun Anaka RT 02 RW 08 Kelurahan Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.
Dampaknya 1 rumah milik Ibu Isah (45) rusak dan dapurnya terbawa longsor yang menyebabkan kerusakan parah sampai makam orang tuanya okut hanyut.
Meski musibah tanah longsor tersebut tahun 2024, tapi sampai saat ini Ibu Isah harus gigit jari, lantaran rumahnya tidak kunjung dibantu Pemkot Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Isah mengaku dulu sempat ada bantuan dari BPBD Kota Tasikmalaya, dia beserta keluarganya di evakuasi dan dibuatkan tenda untuk sementara waktu.
Tak hanya itu, RT dan RW setempat sudah mengajukan proposal ke kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Baznas dan Dinas Sosial agar mendapat bantuan memperbaiki rumahnya yang terdampak longsor.
Isah juga sudah melengkapi semua persyaratan dari mulai KTP, KK, PBB, dan surat rumah diberikan secara administrasi. Bahkan dari Pihak Desa, Kecamatan, Baznas sudah ada survei ke lokasi untuk di poto sudut rumahnya.
“Tapi, sampai sekarang sudah hampir 1 tahun rumah kami belum ada tanggapan sama sekali dari pemerintah setempat,” ujar Isah dengan mimik sedih, Sabtu (24/05/2025).
Isah juga pernah menanyakan sejauh mana tindaklanjut pengajuan renovasi rumah kepada Kelurahan Urug,
“Tapi dulu katanya harus bikin proposal yang baru, dikarenakan persyaratan yang di awal sudah tidak berlaku,” keluh Isah.
Dirinya mengaku sudah bosan beberapa kali diminta data persyaratan dan di poto rumah, tapi dari pihak pemerintahan masih belum bisa merealisasikan pengajuan tersebut.
“Kami sudah minta bantuan kesana kemari, tapi masih tidak di tanggapi? Abong-abong jalma susah, kieu wae pemerintah mah ka jalma leutik teh,” ujar Isah.
Ditempat sama, Pendi (50) suami Isah menyebut sudah cape dirinya meminta bantuan kesana kemari, tapi tidak ada yang mendengar keluhan rakyat kecil.
“Tos cape kang menta bantuan kaditu kadieu teu di dangu ka rahayat sapertos bapak mah. Tos hampir 1 taun rorompok bapak kalongsoran teh, sababaraha kali atos seueur anu nyurvei kadieu tapi teu aya wae tanggapanna,” cetusnya.
Sebagai tulang punggung keluarga, Pendi yang bekerja di pabrik penggergajian kayu ini berinisiatif minta tolong kepada Bos pemilik kayu untuk meminta bahan kayu yang tidak terpakai untuk dimanfaatkan membuat dapur yang terdampak longsor.
“Alhamdulillah, saya kerjain sendiri tanpa ada bantuan dari Pemerintah, bikin dapur buat Keluarga kecil saya,” tegasnya.
Pendi dan Isah meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membantu memperbaiki tempat tinggalnya yang rusak. Pasalnya, mereka menilai Pemkot Tasikmalaya susah peduli terhadap warganya.
“Saya minta belas kasihannya sama Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM). Kalau saya kaya, tidak mungkin memelas bantuan seperti ini. Sekarang juga tenda dari BPBD masih menancap sudah hampir 1 tahun belum di bongkar,” pungkasnya.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan