Polsek Cibatu Berantas Obat Keras, Remaja Aceh Ditangkap Bersama Ratusan Butir Pil Terlarang 

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, MNP – Upaya pemberantasan peredaran obat-obatan keras terbatas terus dilakukan jajaran Polres Garut.

Kali ini, Polsek Cibatu berhasil mengamankan seorang terduga pelaku peredaran obat keras terbatas saat melaksanakan patroli rutin di wilayah Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Rabu (3/6/2026).

Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif, S.H., bersama anggota yang sedang melaksanakan patroli rutin mencurigai adanya aktivitas transaksi obat-obatan di Kampung Cipicung, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu.

Lokasi tersebut diketahui telah lama menjadi perhatian petugas karena diduga kerap dijadikan tempat transaksi obat-obatan terlarang.

“Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas mendapati seorang terduga pelaku yang diduga hendak melakukan transaksi dengan seorang pembeli. Keduanya kemudian diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolsek.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa obat keras terbatas berbagai jenis, di antaranya 170 butir Hexymer, 30 butir Dextro, 347 butir Tramadol, 40 butir Trihexyphenidyl, serta 180 butir Double Y.

Selain itu, turut diamankan uang tunai sebesar Rp1.930.000 yang diduga hasil penjualan obat-obatan tersebut.

Terduga pelaku yang diamankan diketahui berinisial MK (19) yang merupakan warga Aceh, sementara seorang pria yang diduga sebagai pembeli juga turut dimintai keterangan sebagai saksi dalam proses penyelidikan.

Selanjutnya, guna penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Garut untuk dilakukan penyidikan lebih mendalam.

Pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran obat-obatan berbahaya yang dapat merusak generasi muda.

Peredaran obat keras terbatas tanpa izin merupakan pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya kalangan remaja.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk peredaran obat-obatan ilegal di wilayah hukum Polsek Cibatu,” tambahnya.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Diduga Bekingi PETI dan Sebar Ancaman WA, Ketua Pemuda di Inhu Terancam Dipolisikan
Dari Sekolah untuk Masa Depan: Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Edukasi Hemat Air di Tanahloe
Rayakan Anniversary Ke-2 Keluarga Cemara, JA’PERS Berikan Plakat Kehormatan dan Ucapkan Selamat
SDN Citapen Tasikmalaya Kebakaran, Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api
Keluarga Cemas, Anak 12 Tahun di Cigantang Tasikmalaya Hilang Tanpa Kabar
Pj Sekda Jeneponto dan BPJS Kesehatan Rapat Optimalisasi JKN Desa
Kunjungi Sekolah di Binamu, Bupati Jeneponto Pastikan Siswa Nyaman, Dapat Seragam Gratis
Ketua Dekranasda Pakpak Bharat Hadiri Syukuran HUT ke 46 Dekranas di Makassar 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:06 WIB

Diduga Bekingi PETI dan Sebar Ancaman WA, Ketua Pemuda di Inhu Terancam Dipolisikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:14 WIB

Dari Sekolah untuk Masa Depan: Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Edukasi Hemat Air di Tanahloe

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

Rayakan Anniversary Ke-2 Keluarga Cemara, JA’PERS Berikan Plakat Kehormatan dan Ucapkan Selamat

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:50 WIB

SDN Citapen Tasikmalaya Kebakaran, Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:00 WIB

Keluarga Cemas, Anak 12 Tahun di Cigantang Tasikmalaya Hilang Tanpa Kabar

Berita Terbaru