Jakarta, MNP – Dari balik tembok pembinaan, lahir karya yang sarat makna dan keindahan. Batik Lintas Lima, hasil kreasi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, menjadi sorotan.
Kejadian tersebut saat peringatan Hari Batik Nasional yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen IMIPAS) di Aula Inspektorat Jenderal, Kamis (6/11).
Karya yang lahir dari proses panjang pembinaan kreatif ini tak hanya menampilkan keindahan motif, tetapi juga merepresentasikan semangat perubahan dan pemulihan yang tumbuh dari dunia Pemasyarakatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keikutsertaan Batik Lintas Lima dalam acara tersebut menjadi simbol pengakuan atas kerja keras dan potensi luar biasa dari para Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian dan dukungan DWP terhadap karya Warga Binaan.
“Kami bangga karena Batik Lintas Lima bukan sekadar kain, tetapi narasi pemulihan dan harapan. Ketertarikan Dharma Wanita untuk melihat langsung proses pembuatannya adalah bentuk pengakuan atas kerja keras Warga Binaan kami dalam berkarya dan berbenah,” ujarnya.
Dalam acara yang berlangsung hangat dan penuh kekaguman itu, proses pembuatan batik oleh Warga Binaan Lapas Cipinang turut diperagakan secara langsung — mulai dari tahap pewarnaan, pembuatan pola, hingga proses mencanting.
Demonstrasi tersebut memukau para peserta karena menunjukkan keterampilan, kesabaran, dan kedisiplinan tinggi dari para pembatik di balik jeruji.
Ny. Ika Wachid, Ketua DWP Lapas Cipinang, menuturkan bahwa Batik Lintas Lima juga diperagakan dalam sesi fashion show dengan penuh kebanggaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa karya Warga Binaan bisa tampil di panggung terhormat. Batik Lintas Lima diperagakan bak catwalk profesional dan mendapat sambutan luar biasa dari para tamu,” ungkapnya.
Sementara itu, Ny. Evi Agus Andrianto, selaku Penasehat DWP Kemen IMIPAS, memberikan apresiasi mendalam terhadap dedikasi Lapas Cipinang dan satuan kerja Pemasyarakatan lainnya dalam mengembangkan pembinaan berbasis keterampilan dan budaya.
“Kami sangat mengapresiasi Lapas Cipinang yang telah menghadirkan karya luar biasa. Ini bukan hanya tentang batik, tetapi tentang bagaimana Pemasyarakatan mampu menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas, martabat, dan kemandirian,” ujarnya dengan penuh bangga.
Melalui momentum ini, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya dalam mendukung 13 Program Akselerasi Pemasyarakatan yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya pada aspek penguatan dan peningkatan pendayagunaan Warga Binaan untuk menghasilkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dengan semangat PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel), Lapas Cipinang terus menghadirkan Warga Binaan yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan